1.500 Guru dan Pelajar Se-Jabar Deklarasi Cegah Terorisme

Komitmen tolak terorisme dituangkan dengan tanda tangan bersama oleh guru dan pelajar se Jabar.

Komitmen tolak terorisme dituangkan dengan tanda tangan bersama oleh guru dan pelajar se Jabar.

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG—Tak kurang dari 1.500 guru dan pelajar se Jawa Barat sepakat bersama-sama untuk mencegah berkembangnya paham radikal, terorisme dan ISIS di Jabar. Komitmen bersama itu mereka deklarasikan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB Kota Bandung, Selasa (8/3).

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Saud Usman Nasution, potensi radikalisme, terorisme dan ISIS telah menyebar kemana-mana termasuk ke lingkungan sekolah dan kampus. “Sebab itu, perlu ada komitmen bersama untuk secara tegas mencegah dan menolak paham seperti itu,” ujar Saud di sela-sela acara Dialog Pencegahan Paham Radikal, Terorisme dan ISIS di kalangan guru dan pelajar se-Jabar.

Selain pelajar dan guru, dialog itu dihadiri Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhamad, Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul serta pembicara Guru Besar Ilmu Politik UI Prof Dr Bambang Widodo Umar.

Dalam kegiatan yang menyasar generasi muda itu, BNPT bekerja sama dengan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Jawa Barat.

Saud mengatakan, remaja dan kalangan pelajar perlu dibentengi sejak dini lantaran paling rentan terkontaminasi dengan paham radikal, terorisme dan ISIS. “Lembaga pendidikan harus serius memberikan langkah positif agar paham radikal tidak menjamur di kalangan pelajar,” tutur Saud.

Saud menambahkan, BNPT memandang perlu upaya nyata melindungi generasi muda dari ancaman dan propaganda terorisme. Salah satunya melalui para guru dan orang tua untuk lebih peduli terhadap fenomena yang berkembang di dunia saat ini.

Kalangan pendidik, lanjut Saud, merupakan mitra strategis bagi BNPT untuk melakukan langkah pencegahan radikalisme dan terorisme. Soalnya, paham-paham itu diindikasikan telah masuk ke sekolah bahkan melalui buku rujukan pelajaran di sekolah.

Dia juga mengimbau agar generasi muda membentengi diri dan menggunakan fasilitas internet secara bijak, baik dan benar. Pelajar dan mahasiswa sangat rentan mendapat propaganda radikal dan terorisme dari dunia maya dan media sosial. “Generasi muda haus akan informasi dan bacaan, sehingga bila tidak bisa menyaring informasi dan bacaan yang ada di media sosial dan internet, dikhawatirkan mereka bisa terpengaruh oleh paham radikalisme,” jelasnya.

Sementara, Anggota Komisi III DPR-RI Ruhut Sitompul menyatakan, langkah dan strategi yang dilakukan BNPT sudah benar namun tetap harus ditingkatkan. Keberpihakan pemerintah kepada BNPT perlu diperkuat.

“Langkah dan strategi yang dilakukan BNPT sudah benar dan dukungan anggaran bagi lembaga ini perlu ditingkatkan lagi. Tugas BNPT itu berat karena melakukan pencegahan itu jauh lebih sulit dan berat dibandingkan melakukan penanganan paca kejadian,” papar Ruhut. (*/nto)

Loading...

loading...

Feeds

43 Prajurit TNI Ditukar US Army

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan beberapa perwakilan dari tentara Amerika untuk Indonesia. Dalam pertemuan …