Hadapi MEA, Komoditas Perhutani Digenjot

Strategi MEA. (nida)

Strategi MEA. (nida)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Perhutani terus menggenjot bisnis getah pinus yaitu gondorukem (resina colophonium) dan terpentin. ‎Tahun 2019 mendatang pendapatan Perhutani dari industri non-kayu ditargetkan mencapai Rp 2,966 triliun.


“Untuk industri non kayu unggulan kita, gondorukem dan kayu putih yang setiap tahun pertumbuhannya meningkat,” ujar Kepala Biro Pengembangan Pasar Non Kayu, Hezlisyah Siregar saat memberikan kuliah tamu di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB, Jalan Ganeca Bandung, Selasa (8/3).

Dikatakannya, sejak 2010 Perhutani mulai melirik bisnis pengolahan gondorukem dan minyak kayu putih lantaran harganya yang cukup menggiurkan. Untuk gondorukem atau getah pinus dan terpentin, Perhutani telah membangun delapan pabrik ‎pengolahan.

Melambungnya harga gondorukem ini, lanjut Hezlisyah, lantaran tingginya permintaan dari industri. Gondorukem merupakan bahan baku yang biasa digunakan untuk industri kertas, plastik, cat, batik, sabun, tinta cetak, politur.

Komoditas yang merupakan hasil olahan dari getah sadapan pohon pinus ini, juga digunakan untuk kebutuhan farmasi dan kosmetik.

“Produk turunan getah pinus lainnya yang harganya juga melambung adalah minyak terpentin. Minyak ini adalah hasil sulingan getah pinus setelah melalui proses destinasi dan merupakan item penting dalam industri flavor dan fragrance.”Pungkasnya.(cr2)

Loading...

loading...

Feeds