Empat Terdakwa Korupsi Proyek Mangrove Divonis Rata

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Empat orang terdakwa dalam kasus korupsi proyek penanaman 375.000 batang pohon mangrove di Kabupaten Subang, dijatuhi vonis rata oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung. Mereka dijatuhi hukuman 1 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan.


Hal itu terungkap pada sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (7/3). Hakim menyebut para terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat (2) dan ayat (3) UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan subsidair.

“Menyatakan para terdakwa bersalah dan menjatuhi hukuman 1 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan,” kata Ketua Majelis Hakim Martahan Pasaribu, saat membacakan amar putusannya.

Terdakwa yang dijatuhi hukuman itu adalah eks Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Subang, Ading Suherman. Hukuman itu lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Ading dihukum 1 tahun 6 bulan, denda Rp 50 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Terdakwa lainnya, yaitu Direktur CV Megawangi Inti (rekanan proyek), Mochamad Juaeni. Vonis bagi Junaeni juga lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU. Sebelumnya ia dituntut dijatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan. Tapi untuk uang pengganti tetap sama seperti tuntutan, dimana Juaeni harus membayar uang pengganti sebesar Rp 45 juta.

Terdakwa lain yaitu Kurnia, pejabat di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Subang. Sebelumnya, ia dituntut hukuman 2 tahun penjara plus denda Rp 50 juta subsider 6 bulan. Hakim mengharuskan terdakwa membayar denda Rp 10 juta.

Satu terdakwa lainnya yakni Agus Prabanto. Sebelumnya ia dituntut hukuman 18 bulan penjara plus denda Rp 50 subsider 6 bulan kurungan. Hakim menyatakan Agus harus membayar uang pengganti sebesar Rp 161 juta.

Atas hukuman tersebut, para terdakwa langsung menyatakan menerima. Sedangkan JPU memiliki sikap berbeda dan memilih pikir-pikir.

Dalam sidang tersebut, ketua majelis hakim Martahan Pasaribu mengungkapkan, 375.000 batang pohon mangrove yang ditanam itu seharusnya berukuran cukup besar dan sudah memiliki daun. Akan tetapi yang ditaman terdakwa Juaeni hanya pohon mangrove kecil tanpa daun.

Akibat perbuatan itu, dari total anggaran proyek sebesar Rp 731 juta, kerugian negaranya mencapai Rp 481 juta. Terdakwa Juaeni menurut JPU bahkan tidak mengerjakan proyek tersebut dan hanya menyerahkan pengerjaan pada terdakwa Agus Prabanto, tenaga ahli di CV Megawangi Inti.

Sebanyak 375.000 batang pohon mangrove tanpa daun itu ditanam di Blok Bunderan, Dusun Tanjungjaya, Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang. Proyek ini dilaksanakan pada 2013. (cr2)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …