Dishub Jabar Kelola 16 Terminal Tipe B

Terminal Cicaheum, Bandung

Terminal Cicaheum, Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Dinas Perhubungan Jawa Barat melakukan sejumlah persiapan untuk mendukung proses pengambilalihan kewenangan pengelolaan terminal tipe-A oleh pemerintah pusat yang mulai berlaku pada 2016 ini. Adapun pemerintah provinsi hanya akan mengelola terminal tipe-B, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah.


Kepala Dishub Jabar Dedi Taufik mengatakan, pihaknya bersama pemerintah pusat sedang melakukan klasifikasi tipe terminal. “Tipe-A oleh Kementerian Perhubungan, sedangkan tipe-B akan dikelola oleh kita,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Senin (7/3).

Menurutnya, pengambilalihan kewenangan pengelolaan terminal bukan hal mudah karena berkaitan dengan banyak aspek, di antaranya terkait aset dan personil. Sehingga, diperlukan pendataan secara detail yang kini sedang dilakukan oleh tim personil, pembiayaan, peralatan dan dokumen (P3D).

Berdasarkan prediksinya, Dishub Jabar akan mengelola sebanyak 16 terminal tipe-B. Namun, angka ini masih bersifat sementara karena masih banyak terminal yang status tanahnya merupakan kas desa sehingga perlu dilakukan penggantian dari pemerintah.

“Terminal yang tanahnya masih kas desa maka asetnya harus diganti, dan untuk yang seperti ini akan kita libatkan BPKP,” katanya. Sebagai contoh, terminal yang tanahnya berstatus kas desa ada di Soreang, Kabupaten Bandung, dan Pameungpeuk, Kabupaten Garut.

Adapun terminal tipe-A yang akan dikelola pusat di antaranya terminal Leuwipanjang dan Cicaheum di Kota Bandung, terminal Harjamukti di Cirebon, terminal Kertawangunan di Kuningan, serta terminal Indihiang di Tasikmalaya. “Yang (terminal tipe-B) eksisting banyak, tapi kita hanya akan kelola yang clear dan clean,” paparnya.

Dedi menilai, pelayanan di terminal memiliki arti penting karena mampu memudahkan masyarakat dalam menggunakan kendaraan umum sehingga dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang kerap menimbulkan kemacetan. Oleh karena itu, pihaknya berharap pengambilalihan kewenangan pengelolaan terminal ini tidak mengganggu pelayanan transportasi kepada publik.

“Kita siap pengalihan dan tidak mempermasalahkan siapa pun yang akan mengelolanya. Tapi yang lebih penting hal ini jangan sampai ‘stuck’ pelayanan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Terminal berdasarkan fungsi pelayanannya dibagi menjadi tiga, yakni terminal tipe-A yang berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota dalam provinsi, angkutan kota dan angkutan pedesaan. Terminal tipe-B berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota dalam provinsi, angkutan kota dan/atau angkutan pedesaan.

Lalu terminal penumpang tipe-C yang berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan pedesaan. Sementara itu, persyaratan untuk terminal tipe A yakni terletak di ibu kota provinsi, kota/kabupaten dalam jaringan trayek antar kota antar provinsi dan/atau angkutan lintas batas negara, terletak di jalan arteri dengan kelas jalan sekurang-kurangnya kelas IIIA, luas lahan yang tersedia sekurang-kurangnya 5 hektare untuk terminal di Pulau Jawa dan Sumatera, dan 3 hektare di pulau lainnya, mempunyai jalan akses masuk atau jalan keluar ke dan dari terminal, sekurang-kurangnya berjarak 100 meter di pulau Jawa dan 50 meter di pulau lainnya.

Sedangkan persyaratan untuk terminal tipe-B yakni terletak di kota/kabupaten dan dalam jaringan trayek angkutan kota dalam provinsi, terletak di jalan arteri atau kolektor dengan kelas jalan sekurang-kurangnya kelas IIIB, tersedia luas lahan sekuarng-kurangnya 3 hektare untuk terminal di pulau Jawa dan Sumatera, dan 2 hektare di pulau lainnya, mempunyai jalan akses masuk atau jalan keluar ke dan dari terminal, sekurang-kurangnya berjarak 50 meter di pulau Jawa dan 30 meter di pulau lainnya.

Adapun persyaratan terminal tipe-C yakni terletak di dalam wilayah kabupaten dan dalam jaringan trayek angkutan pedesaan, terletak di jalan kolektor atau lokal dengan kelas jalan paling tinggi IIIA, tersedia lahan yang sesuai dengan permintaan angkutan, mempunyai jalan akses masuk atau jalan keluar ke dan dari terminal, sesuai kebutuhan untuk kelancaran lalu lintas di sekitar terminal. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …