Brigadir Petrus Sejak Kecil Sering Kesurupan

Anton Charliyan

Anton Charliyan

POJOBANDUNG.com, BANDUNG – Kasus mutilasi dua anak yang dilakukan oleh Brigadir Petrus Bakus, anggota Polres Melawi, Kalimantan Barat ini menjadi perhatian tersendiri bagi Mabes Polri.
Ternyata, sejak umur empat tahun, Petrus, sering mengalami semacam kemasukan atau kesurupan dan tidak terdeteksi saat masuk polisi.


“Dalam pola rekrutmen kita, salah satu syarat masuk Polri adalah psikologi. Tapi ternyata kadang-kadang kelainan yang diderita Petrus tak terdektsi saat masuk kepolisian,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Pol Anton Charliyan, Minggu (6/3).

Anton mengungkapkan, penyidik Polri tengah mendalami kelainan yang diderita tersangka. Apalagi dari keterangan keluarganya, tersangka sejak kecil sering kesurupan.

“Jadi kira-kira alat psikologi apa yang bisa mendeteksi kesurupan. Mungkin di luar negeri pun belum ada,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa, Polri akan merekam riwayat kejiwaan dari kecil para calon polisi. Serta juga mendalami aspek psikologi yang selama ini sudah menjadi salah satu syarat masuk Polri.

“Kami akan merekam seluruh aspek riwayat kejiwaan para calon polisi ketika mendaftar. Kasus ini sebagai satu pertimbangan mudah-mudahan ke depan tidak terjadi lagi,” pungkasnya.‎(cr2)

Loading...

loading...

Feeds

Maradona Pulang ke Tangan Tuhan

Duka warga dunia di sepanjang tahun pandemi 2020 ini kian berlarat-larat saja. Jelang tengah malam kemarin WIB, Diego Maradona, salah …