Ungkap Prostitusi Online di Bandung, Ini Instruksi Tegas Mabes Polri

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG – Mabes Polri meminta Polrestabes Bandung dan Polsekta Arcamanik mengusut hingga tuntas kasus prostitusi online hingga ke akarnya.


“Jangan hanya sampai muncikarinya saja, tetapi penyelidikan harus terus dikembangkan. Saya yakin dan percaya penyidik Polrestabes Bandung bisa mengungkapnya,” ungkap Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan.

Anton menyebut praktik prostitusi tak lepas dari peran sindikat. Pengendali bisnis esek-esek bertujuan meraup keuntungan berupa uang dengan cara menjual wanita muda yang kesulitan secara ekonomi.

“Saya minta jangan hanya sekadar pelaku di bawahnya saja, tapi jaringan-jaringan lainnya sampai ke bos besarnya, maupun lebih jauh dari itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Jajaran Polsek Arcamanik membongkar praktik prostitusi online yang menyediakan puluhan anak baru gede (ABG) dan anak dibawah umur, Selasa(1/3) malam.

Dalam sekali transaksi pemesan diharuskan membayar Rp 1 juta untuk seorang wanita penghibur dan kencan singkat di kamar apartemen di kawasan Jalan Soekarno Hatta Bandung, Kelurahan Cisaranten, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung.

“Dari 2 kamar apartemen yang berbeda di lantai sepuluh, kami mengamankan tujuh orang yang terdiri dari dua pria mucikari dan lima perempuan muda pekerja seks komersial (PSK),” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol didampingi Kapolsek Arcamanik, Kompol Asep Saepudin, di Mako Polrestabes Bandung Jalan Jawa No.1 Bandung, Rabu (2/3).

Dikatakannya, dua mucikari berinisial S dan AR berperan mencari pelanggan via internet dengan memamerkan foto-foto perempuan seksi berpose syur dilaman mereka.

Para mucikari ini menggunakan identitas samaran, dan menjalankan satu aplikasi sosial media untuk mengoperasikan bisnis lendir tersebut.

“Setelah konsumen memilih perempuan PSK melalui internet dan sepakat dengan tarif layanan short time, pemesan datang ke apartemen,” ujarnya.

Para PSK yang masih berusia 18-23 tahun tersebut ditarif mulai Rp 500 ribu hingga Rp1 juta.

Yoyol mengungkapkan, praktik prostitusi online itu berhasil diungkap Polsek Arcamanik berkat informasi masyarakat yang ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

“Kami masih melakukan pendalaman, mucikari yang kami amankan masih menjalani pemeriksaan,” tandasnya.(des/cr2)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …