Nikmati Gerhana Matahari Total, Lupakan Mitos!

ILUSTRASI. FOTO: AFP

ILUSTRASI. FOTO: AFP

POJOKBANDUNG, com, JAKARTA – Gempita menyambut fenomena alam super langka gerhana matahari total (GMT), Rabu (9/3) begitu luar biasa.


Bahkan empat orang peneliti dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) datang dari Amerika ke Hamlahera untuk meneliti dicaploknya matahari oleh raksasa buto ijo.

Empat orang peneliti dari NASA sudah berada di Jakarta dan memaparkan rencana penelitiannya. Keempat orang itu Madhulika Guhathakurta, Natchimuthukonar Gopalswamy, Nelson Leslie Reginald, dan Seiji  Yashiro.

Keempatnya akan berkolaborasi riset dengan tim dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Khusus di Lapan, tim yang akan melakukan penelitian berasal dari Pusat Sains Antariksa (Pussainsa).

Kepala Pussainsa Lapan Clara Yono Yatini menuturkan GMT tahun ini bukan fenomena yang tidak pernah terjadi di republik ini. GMT terakhir yang mampir di Indonesia terjadi pada 1983 dan melewati sepanjang pulau Jawa.

“Tapi saat ini tidak banyak yang menikmati. Karena ada miskomuniasi,” jelasnya pada seminar GMT Lapan dan NASA .

Clara menuturkan saat ini diinformasikan bahwa GMT begitu berbahaya. Sehingga masyarakat diimbau berada di dalam rumah. Bahkan tidak itu saja, harus bersembunyi di bawah ranjang tempat tidur.

Namun untuk GMT tahun ini, dia berharap masyarakat Indonesia bisa menikmati bersama-sama. Selain terkait ilmu pengetahuan, fenomena langka ini juga bisa digunakan sebagai momentum untuk merenungi kuasa Tuhan.

Dia optimis dengan gencarnya pemberitaan media massa jelang GMT 9 Maret nanti, masyarakat sudah tidak mempercayai mitos-mitos gerhana matahari.

Terkait dengan GMT yang bisa merusak mata, menurut Clara itu bukan mitos. Memang benar bahwa gerhana matahari itu bisa mencederai mata. Sehingga dianjurkan masyarakat untuk melihat GMT dengan bantuan kacamata khusus. Tetapi ketika fase gerhana sudah benar-benar penuh alias puncak, aman untuk dilihat dengan mata telanjang.

Clara berharap kerjasama Lapan dan NASA tidak putus pada momentum GMT 9 Maret nanti. Tetapi akan dilanjutkan lagi dengan riset-riset antariksa lainnya. Tujuannya untuk perkembangan ilmu pengetahuan baik di Amerika maupun di Indonesia.

Loading...

loading...

Feeds

Berharap Bantuan Terserap Maksimal

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bantuan untuk korban bencana banjir di Kabupaten Subang, mulai mengalir dari berbagai pihak, baik dari perushaan swasta …

OASE Diatas Catwalk MUFFEST 2020

POJOKBANDUNG.com, WARNA-warni yang identik dengan gurun pasir menghiasi koleksi Ayu Dyah Andari di perayaan busana ‘Feel the Perfection’ yang digelar …

Cek Infrastruktur Pasca Banjir

POJOK BANDUNG.com, SUBANG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama bersama Bupati Subang Ruhimat harus berjalan kaki sepanjang 400 meter …

Siapkan Regulasi Pembayaran Guru Honorer

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat menyiapkan regulasi terkait pembayaran honor bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan …

Telkomsel Raih Enam Award Versi Opensignal

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Konsistensi Telkomsel dalam menghadirkan konektivitas dengan teknologi terdepan guna menjamin kenyaman gaya hidup digital pelanggan kembali mendapatkan …

Terbuka untuk KKN Mahasiswa

POJOKBANDUNG.com, MAJALAYA – Setelah sekitar hampir satu bulan para mahasiswa dari universitas Bhudi Luhur Jakarta melakukan kuliah kerja nyata (KKN) …

Jangan Berbenturan dengan Aturan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – PT Liga Indonesia Baru ( LIB) mengeluarkan aturan terkait larangan bagi setiap tim yang berpartisipasi dalam kompetisi …

Patok Target Dua Juara

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG –  Persib Bandung memasang target tinggi tahun 2020 ini. Itu diputuskan setelah manajemen dan tim bertukar pikiran di Grha …

Dado Pantas Jadi Kapten

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, menilai gelandang andalannya, Dedi Kusnandar, pantas menjadi kapten tim. Namun, Dedi harus …

10 Narapidana Mengidap Tubercolosis

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH – 10 orang narapidana di Lapas Narkotika IIA Jelekong mengidap penyakit menular tubercolosis (TBC). Mereka menjalani perawatan dan …