467 Warga Cimahi Terindikasi Penyakit TBC

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengaku mengalami kendala mencari masyarakat yang terkena penyakit Tuberculosis (TBC). Salah satu faktor yang menghambat temuan tersebut kurangnya kesadaran masyarakat dalam memeriksakan diri ke layanan kesehatan.


Padahal, untuk mengendalikan penyakit di tengah masyarakat yang terpapar mycobacterium tubercolusis atau Bakteri Tahan Asam (BTA) ini hanya bisa diketahui jika diperiksa dahak.

“Untuk mengetahui seseorang terjangkit TBC  diperiksa dahak. Karena TBA akan diketahui lewat tes dahak,” ujar Sekretaris Dinkes Cimahi, Fitriana Manan.

Ia mengaku tidak mengetahui alasan masyarakat yang mengalami batuk lebih dua minggu enggan melakukan tes dahak. Padahal semua Puskesmas bisa melakukan tes dahak.

Selain itu, masalah lain yang dihadapi Dinkes Kota Cimahi dalam menekan angka penderita TBC adalah banyak masyarakat yang tidak tuntas dalam pengobatan.

Ia mengatakan, pengobatan TBC harus dilakukan secara nerkala selama 6 bulan. “Sayangnya masyarakat jarang yang tuntas. Padahal jika tidak tuntas bakterinya bisa tambah kebal, dan pengobatannya harus 2 tahun,” terangnya.

Meski banyak kendala, Fitriani mengatakan akan terus menjaring penderita TBC. Pihaknya akan membentuk wadah yang isinya dari berbagai stakeholder seperti pemerintah, para tokoh masyarakat dan agama maupun IDI (Ikatan Dokter Indonesia).

Dengan peran semua pihak, diharapkan masyarakat yang terjaring juga bisa memeriksakan dahak untuk mengetahui apakah mengandung BTAA atau tidak. “Ini perlu kerjakeras semua pihak agar TBC bisa diberantas. Untuk pemeriksaan dahak juga masyarakat tidak perlu khawatir, karena semuanya gratis,” katanya.

Ia mengungkapkan, bertekad mencapai target temuan penderita Tuberkulosis (TBC). Sebab ditahun 2013-2014, hasil temuan Dinkes baru mencapai 467 orang dari yang ditargetkan 625 orang.

Sebab sesuai prevalensi, dengan jumlah penduduk Cimahi yang berjumlah sekitar 600 ribu jiwa, ditargetkan kasus penemuan masyarakat yang terkena BTA 625 orang. “Sayangnya sejak tahun 2013 sampai sekarang, jumlahnya baru mencapai 467 orang,” Imbuhnya.

“Kasus TBC saat ini di Indonesia terus bertambah. Buktinya bila asalnya Indonesia diurutan empat terbanyak penderita TBC kini jadi urutan dua terbanyak. Makanya pemerintah menargetkan di tahun 2050, Indonesia bebas TBC,” pungkasnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …