Kasus Foto Syur Anak SMP: Orang Tua Harus Lebih Serius Awasi Anak

Foto: Ina Si Nononk

Foto: Ina Si Nononk

 


POJOKBADNUNG.com, BANDUNG–DPRD Jawa Barat meminta peran orang tua lebih ditingkatkan lagi dalam mengawasi kehidupan anak-anak. Ini penting agar generasi muda tersebut tidak terjerumus ke dalam perilaku yang salah.

Seperti diketahui, belakangan ini muncul kasus perilaku seksual yang dilakukan anak usia sekolah. Kasus yang paling baru muncul di Kabupaten Karawang dengan beredarnya foto mesra sepasang anak SMP di atas ranjang.

Menyikapi ini, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung mengatakan, orang tua tidak boleh lengah dalam mengawasi kehidupan anak-anak terutama usia remaja. “Orang tua harus aware, beri perhatian lebih,” kata Untung di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Jumat (4/3).

Menurut Untung, tidak ada alasan apa pun bagi orang tua untuk mengacuhkan tumbuh kembang anak terutama di saat usia remaja. Sesibuk apa pun orang tua, harus tetap memberi perhatian khusus kepada anak-anaknya.

Terlebih, kata Untung, perkembangan anak saat ini mudah dipengaruhi pihak luar seperti efek penggunaan gawai dan alat teknologi lainnya. “Pola pikir sikap tindak mereka itu dipengaruhi mainan, medsos. Oleh hal-hal yang hampir setiap saat masuk dan terekam di benaknya,” katanya.

Tidak hanya itu, Untung pun mengimbau pihak sekolah agar membenahi sistem pendidikan. “Mungkin ini waktu untuk mengoreksi tentang pola pendidikan kita kepada anak-anak kita. Ini barangkali penting agar kemudian hal seperti ini tidak lagi kejadian,” pungkasnya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku prihatin atas tersebarnya foto syur pasangan remaja di media sosial yang diduga berasal dari Kabupaten Karawang. Ini merupakan persoalan yang harus diselesaikan oleh seluruh pihak baik pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Menurut Heryawan, kejadian seperti ini perlu diatasi oleh pemberian pendidikan agama. “Sangat prihatin dengan kejadian seperti itu dan ini PR kita bersama, karena itu perlu pendidikan agama, moral yang harus diperkuat di rumah di sekolah dan lingkungan sosial,” kata Heryawan, di Gedung Sate, Bandung.

Heryawan menjelaskan, pendidikan agama dan moral sangat penting untuk menjadikan anak tumbuh dewasa secara normal dari sisi biologis maupun psikologis. Namun, yang perlu dihindari adalah anak tumbuh dewasa sebelum waktunya akibat pengaruh eksternal.

Menurutnya, banyak faktor yang menjadi penyebab kasus ini bisa terjadi mulai dari kelemahan pengawasan orang tua, guru, sekolah, dan masyarakat di sekitar. Selain itu, terjadi pula perubahan budaya di mana kini sangat jarang anak mengaji usai Maghrib.

“Kalau terlalu bebas tanpa aturan, akan membuat (anak) mirip makhluk bukan manusia,” katanya. Selain itu, pihaknya mengimbau penggunaan internet secara sehat agar anak terhindar dari ekses negatif perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Heryawan meminta kepada para orang tua melakukan pengawasan ketat kepada anak-anak terutama dalam menggunakan gawai. Dengan cara ini, maka kehadiran teknologi bisa mendatangkan manfaat dan anak dapat terhindar dari pengaruh buruk.

“Medsos kita dan internet kita mesti internet sehat, yang tidak merusak anak-anak. Teknologi harus menghadirkan sebuah kemajuan dan hanya untuk hal-hal yang positif,” bebernya.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar Netty Prasetiyani mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan P2TP2A Kabupaten Karawang untuk menyelesaikan kasus foto syur di medsos oleh pasangan remaja yang diduga dari Karawang. Menurutnya, pemerintah harus segera bertindak untuk menelurusi bersama dengan penegak hukum karena ini kasus ini melanggar UU ITE.

Selain itu, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan preventif dan promotif menginstruksikan sekolah untuk memasukkan pesan moral kepada anak didik tentang bahaya medsos dan seks bebas. “Kita akan segera cek dan langsung melakukan penanganan,” singkatnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

24 Preman Tanjung Priok Digaruk Polisi

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Jajaran Satuan Reserse Polres Metro Jakarta Utara menangkap 24 preman yang kerap melakukan pungutan liar (pungli) di …