Warga Cieunteung Jangan Mematok Harga Tanah Semau Gue

Kampung Cieunteung yang kerap kebanjiraan di musim hujan

Kampung Cieunteung yang kerap kebanjiraan di musim hujan

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH– Bupati Bandung, Dadang M Naser meminta agar warga Cieunteung yang rumahnya akan dibebaskan untuk pembangunan danau retensi supaya tidak mematok harga sendiri, dan bersabar menunggu kajian tim apraisal.


Dalam pembebasan lahan, ada beberapa prosedur yang harus dilakukan oleh pemerintah. Dipaparkannya, sebelum menentukan harga, teerlebih dahulu harus melakukan penentuan lokasi (Penlok).

“Untuk pembangunan Danau Retensi di Cieunteung, Penlok dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena luas lahannya lima hektar,”tutur Dadang, Kamis (3/3).

Pada awalnya, pembangunan danau retensi di Cieunteung hanya akan seluas dua hektar saja, sehinggga kewenangannya pembuatan Penlok ada di Pemerintah Kabupaten, namun dalam perjalanan rencana pembangunan danau retensi mengalami perluasan.

Setelah Penlok selesai dibuat, baru harga akan ditaksir. Penaksiran harga, kata Dadang, dilakukan oleh tim apraisal dari pihak ketiga atau swasta.

“Yang menentukan harga itu bukan pemerintah, tapi pihak ketiga, atas dasar hasil survei dan beberapa pertimbangan,”ujarnya.

Oleh sebab itu, Dadang meminta jika tim apraisal telah mengeluarkan harga hasil kajian, Masyarakat bisa menghormatinya.

“Masyarakat harus taat, jangan menentukan harga semau gue. Kalau tidak mau kebanjiran, ya pindah dari situ (Cieunteung),”tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Kampung Cieunteung kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung meminta kejelasan harga lahan yang akan dibebaskan.

Sebagai mana diketahui, Kampung Cieunteung direncanakan akan disulap menjadi danau retensi pengendali banjir, oleh sebab itu lahan di Kampung tersebut akan dibebaskan.

Salah seorang warga Cieunteung, Junaedi (76) mengatakan, sebagian besar warga Cieunteung sudah bersedia untuk menjual lahannya. Kendati demikian, warga juga meminta supaya pemerintah bisa membelnya dengan harga layak.

“Warga mau saja direlokasi, kami tidak neko-neko yang penting pemerintah bertanggung jawab,”tutur Junaedi, Rabu (24/2).

Bentuk tanggung jawab dari pemerintah, kata junaedi adalah menjamin warga bisa kembali memiliki rumah di tempat lain jika rumahnya diCieunteung dibebaskan. Dengan kata lain, harga yang ditawarkan harus sesuai dengan harga pasaran, bukan harga NJOP.

“Dari lima kali pertemuan, pemerintah belum mengungkapkan berapa tanah kami akan dibeli,”katanya.

Jika harganya cocok, maka warga Cieunteung akan dengan rela melepaskan lahannya. Namun,jika harganya dinilai terlalu rendah,maka bukan hal yang tidak mungkin jika warga akan bertahan.

“Kami sih ingginnya pemerintah membeli tanah kami seharga Rp10 juta per meter,”ungkapnya.

Harga tersebut kata Junaedi sudah sesuai dengan harga tanah pasaran di daerah Baleendah. Jika. Pemerintah membeli tanah kurang dari itu, warga merasa khawatir uang pembebasan lahan tidak akan bisa membeli atau membangunrumah baru di tempat lain. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …