Waduh, Tarif Dasar Listrik April Terancam Naik

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Penurunan tarif dasar listrik (TDL) sejak awal tahun, bisa jadi tidak terjadi pada April. Sebab, harga Indonesia Crude Price (ICP) yang menjadi salah satu faktor penentu dipastikan naik. Untuk harga Februari, ICP naik tipis USD 27,49 menjadi USD 28,92 per barel.


Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas Kementerian Indonesia merilis rata-rata harga minyak mentah Indonesia. Dirjen Migas Wiratmaja Puja mengatakan, kenaikan harga juga tercatat untuk Sumatera Light Crude (SLC) atau jenis minas yang naik USD 2,03 per barel. Sekarang, dijual USD 28,66 per barel.

“Tim harga minyak menyebut kenaikan itu sejalan dengan perkembangan minyak mentah pasar internasional,” ujarnya.

Kenaikan harga ICP sendiri akan terasa pada penetapan tarif dasar listrik (TDL). Sebab, PLN menggunakan rata-rata dari tiga poin utama. Yakni, harga ICP, nilai tukar rupiah, dan inflasi. Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan, untuk penentu TDL April, akan menggunakan ICP Februari.

Namun, bukan berarti TDL April akan naik. Sebab, masih perlu melihat rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan tinggi rendahnya inflasi. Yang jelas, harga ICP tidak bisa dipisahkan dalam penentuan tarif adjustment. “Selama ini, yang paling memberikan pengaruh ke TDL itu ICP dan kurs,” terangnya.

Meski ada kenaikan ICP, PT Pertamina (Persero) mengatakan tidak ada dampak apapun pada bisnisnya. Termasuk, dalam menentukan harga bahan bakar minyak (BBM).

VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menyebut kalau penetapan harga tidak mengikuti ICP. “Kami sudah punya mekanisme sendiri, menggunakan rata-rata indeks pasar minyak dunia,” katanya.

Loading...

loading...

Feeds

43 Prajurit TNI Ditukar US Army

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan beberapa perwakilan dari tentara Amerika untuk Indonesia. Dalam pertemuan …