Boscha Terbuka bagi Masyarakat yang Ingin Lihat Gerhana Matahari

 


POJOKBANDUNG.com, LEMBANG–Observatorium Bosscha Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang ingin melihat fenomena gerhana matahari total (GMT) pada 9 Maret 2016 mendatang.

Peneliti di Observatorium Bosscha akan menyediakan beberapa alat pemantauan GMT seperti teropong lubang jarum, kacamata matahari dan teleskop William Optics berdiameter 66 mm.

Yatny Yulianty, staf Peneliti Observatorium Boscha mengatakan, ada sekitar 1.000 kacamata matahari yang akan disiapkan untuk melihat gerhana matahari nanti. “Rencananya akan ada 1.000 kacamata, sekarang kita baru membuat 500 kacamata,” kata Yatni yang juga Koordinator UNAWE (Universe Awareness for Children) Indonesia ini, Kamis (3/3).

Dikatakannya, Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 akan melintasi 12 provinsi di Indonesia, seperti Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Sementara di wilayah Jawa, masyarakat hanya bisa melihat gerhana matahari sebagian yang berkisar antara 88 persen. Meski begitu, gerhana matahari merupakan fenomena alam yang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja, oleh karena itu pemberian informasi yang baik dan benar sangat diperlukan agar masyarakat paham bahwa sebenarnya fenomena tersebut dapat diamati secara aman dan tidak berbahaya selama diikuti dengan tata cara mengamat yang benar.

“Gerhana matahari adalah peristiwa alam biasa, yang bahaya bukan peristiwa gerhananya tapi sinar matahari yang jika langsung masuk retina bisa merusak mata,” ungkapnya.

Selain beberapa alat pengamatan tadi, pengunjung Oservatorium Bosscha juga bisa menyaksikan siaran langsung gerhana matahari total melalui proyektor yang dibuat oleh tim peneliti Observatorium Bosscha karena rencananya ada beberapa orang peneliti akan datang langsung memantau ke daerah-daerah yang dilintasi gerhana matahari total.

“Kami menyiapkan lima lokasi pengamatan, diantaranya Observatorium Bosscha, Poso, Balikpapan, Paser dan Penajam. Di Bosscha, rencananya pengamatan akan digelar di lapangan tenis karena posisinya strategis untuk melihat proses gerhana matahari secara jelas. Tim peneliti akan disebar di semua tempat itu,” ujarnya.

Pada 9 Maret nanti, Oservatorium Bosscha akan mulai dibuka untuk masyarakat umum sejak jam 6.30 sampai 9.00 WIB. Gerhana matahari disini akan terlihat sebesar 88,76 persen. Sedangkan gerhana matahari total terlama di Indonesia akan terjadi di Luwuk Kabupaten Bangai Sulawesi Tengah dengan durasi waktu 2 menit 50 detik.

“Masyarakat umum boleh datang ke Bosscha untuk turut mengamati gerhana matahari bersama kami. Bosscha akan meminjamkan kacamata gerhana, sebagiannya akan kita jual jika masyarakat memang membutuhkan,” pungkasnua. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Indikator Menuju Desa Maju

MAJU desanya, makmur dan sejahtera warganya. Mungkin ini adalah dambaan setiap orang, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Inilah yang disebut …

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …