Tegas! Pemkab Bandung Barat Akan Pertahankan Aset

Komplek perkantoran Pemkab Bandung Barat. Foto: bandungbaratkab

Komplek perkantoran Pemkab Bandung Barat. Foto: bandungbaratkab

 


POJOKBANDUNG.com, KBB–Pemkab Bandung Barat secara tegas akan mempertahankan sejumlah aset milik pemerintah yang merupakan pelimpahan dari Kabupaten Bandung yang saat ini menjadi polemik di tengah masyarakat. Seperti halnya, keberadaan lahan Pacuan Kuda yang berlokasi di Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Hal tersebut diungkapkan Sekda Kabupaten Bandung Barat Maman S Sunjaya. Lahan pacuan kuda merupakan aset milik pemerintah yang tercatat sebagai pelimpahan dari Kabupaten Bandung ke Kabupaten Bandung Barat. Aset ini akan terus dipertahankan kendati saat ini sejumlah bangunan sudah berdiri di area lahan pacuan kuda.

“Terutama mereka yang mengklaim memiliki tanah itu, tentu akan kami pertahankan. Karena kami juga punya kewajiban mempertahankan aset yang sudah tercatat dan tidak boleh diambil orang lain,” tegas Maman kepada wartawan di Ngamprah, Rabu (2/3).

Sebagai upaya untuk mempertahankan aset milik pemerintah, kata Maman, lahan pacuan kuda tersebut saat ini tengah dalam proses pembuatan sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Bahkan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sudah melayangkan surat No. 593/829/DPPKAD ten­tang permohonan pemblokiran tanah pacuan kuda ke BPN. “Sekarang lagi proses pembuatan sertifikat di BPN untuk pacuan kuda ini,” ungkapnya.

Menurut Maman, alasan aset-aset ini harus dipertahankan lantaran aset ini sudah tercatat, juga aset ini menjadi catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Setiap tahun, BPK terus melakukan pemeriksaan soal aset-aset yang sudah tercatat disesuaikan dengan fisik di lapangan.

“Justru kami bakal disalahkan kalau aset yang tercatat seperti pacuan kuda ini tidak dipertahankan. Karena jelas itu tercatat sebagai milik pemerintah dan fisiknya juga ada di lapangan,” ujarnya.

Dikatakan Maman, untuk melakukan penghapusan aset tidaklah mudah. Penghapusan aset harus memiliki dasar yang kuat. Ia mencontohkan, untuk penghapusan aset yang memiliki nilai Rp5 miliar saja harus mendapatkan persetujuan dewan.

“Sekarang hitung saja aset pacuan kuda berapa nilainya? Makanya dari pada menjadi persoalan dikemudian hari terutama bakal berurusan dengan hukum, kita akan bersikap tegas mempertahankan aset-aset yang sudah tercatat ini,” ujarnya.

Hal senada diuangkapkan Kabid Aset pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Bandung Barat Ritta Dewi. Menurutnya, pemerintah akan terus mempertahankan aset yang tercatat. Apalagi, kata dia, lahan pacuan kuda ini sudah jelas tercatat dan memiliki historinya.

“Walaupun kami tidak punya sertifikat, tapi jelas aset-aset itu pelimpahan dari Kabupaten Bandung dan memiliki histori. Saat ini kami juga lakukan proses pembuatan sertifikat untuk tanah pacuan kuda,” katanya.

Ia juga meyakini, jika aset-aset ini harus dilakukan penghapusan tidak semudah yang dipikirkan. Sebab, dalam proses penghapusan aset harus memiliki data dan bukti yang kuat. Mekanisme penghapusan aset, tegas dia, sangat panjang seperti halnya keberadaan lahan Gunungsari yang saat ini dalam proses persidangan di pengadilan. “Panjang mekanismenya dan tidak mudah,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki DPPKAD, saat ini sekitar 12 hektare lebih aset milik Pemkab Bandung Barat yang berada di Kecamatan Lembang dan Cipendeuy tengah bermasalah dengan ahli waris dan juga pengusaha. Mulai dari lahan pacuan kuda di Kecamatan Lembang seluas 8,8 hektare yang saat ini sudah berdiri 15 bangunan rumah tinggal, lahan SMP 3 Lembang seluas 1,4 hektare yang mendapat gugatan dari ahli waris, lahan UPT Pertanian Cipendeuy sekitar 1 hektare dan lahan Gunung Sari Lembang seluas 1 hektare lebih yang bermula lapangan sepakbola menjadi ruko dan bangunan.

“Kalau ditotal ada sekitar 12 hektare lebih aset pemkab yang sedang bermasalah dengan total 10 ribu bidang. Lokasinya ada di Lembang dan di Cipendeuy berupa UPT Pertanian yang mendapat gugatan ahli waris,” pungkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …