Penderita DBD di Cimahi Capai 128 Orang

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Selama periode Januari sampai Februari, jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Cimahi meningkat cukup signifikan. Tahun ini penderita DBD sudah mencapai 128 orang, sementara tahun lalu berjumlah 96 penderita di periode yang sama.


Angka tersebut dikarenakan Kota Cimahi termasuk daerah endemik. Total penderita DBD ini merupakan warga Cimahi dan tersebar dari tiap kelurahan.

Itu disampaikan Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Cimahi Romi Abdurakhman.

“Angka tersebut memang tinggi. Sebab, semua kelurahan di Cimahi termasuk daerah endemik DBD. Ini warga Cimahi semua, yang dirawat-inapkan di rumah sakit,” katanya.

Faktor yang membuat angka penderita DBD disebabkan banyak hal. Daerah endemik dan cuaca ia katakan ikut memengaruhi penyebab naiknya angka penderita DBD.

“Meski banyak faktor, seperti musim hujan, tapi jika masyarakat tetap menjaga perilaku hidup dengan menjaga kebersihan lingkungan, maka potensi timbulnya DBD pun bisa terhindari,” jelasnya.

Untuk itu ia menegaskan, faktor penting untuk menghindari penyakit DBD ini pada perilaku masyarakat terhadap lingkungannya.

“Tidak semata-mata karena musim. Sebetulnya kembali ke perilaku manusianya,” imbuhnya.

Maksudnya ia katakan, pola hidup bersih dan sehat sangat penting untuk menghindari penyakit DBD. “Sering kali di halaman rumah warga itu terdapat botol, kaleng, ataupun ember. Keadaan ini menyebabkan air hujan tertampung di dalamnya sehingga lambat-laun akan membuat jentik nyamuk berkembang-biak. Kalau sudah begitu, harus dibersihkan,” tutur dia.

Ia mengungkapkan, merebaknya penyakit DBD ini tak hanya terjadi di Cimahi, tapi juga di Kabupaten Bandung Barat. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Pupu Sari Rohayati menyatakan sejak awal 2016 sudah ada 117 kasus DBD yang mengancam warga KBB.

Angka penderita ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu yang jumlahnya mencapai 179 kasus. “Dari awal tahun kita sudah melakukan fogging ke daerah-daerah yang rawan,” ujar dia.

Pupu menambahkan, ada sembilan desa yang sudah di-fogging yakni Desa Pakuhaji, Mukapayung, Laksana Mekar, Gadongbangkong, dan Bongas. Sedangkan untuk wilayah yang termasuk endemik DBD, yakni Kecamatan Cililin dan Cipatat. Jumlah penderita DBD dari dua kecamatan itu memang tergolong lebih banyak ketimbang kecamatan lainnya.

Kata dia, sudah ada dua korban meninggal akibat DBD asal KBB pada tahun ini. Dua korban ini dari Desa Cimareme Kecamatan Ngamprah dan Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah.

Korban yang pertama sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Dustira Cimahi, dan yang kedua sempat dirawat di Rumah Sakit Indra Medical Center di Ngamprah.

Kepala Desa Cilame Kecamatan Ngamprah KBB Aas Muhamad Asor menuturkan, ada 50 warganya yang sudah terkena penyakit DBD sejak Februari lalu. Dari total tersebut, lima di antaranya telah mendapat perawatan rawat inap di rumah sakit di kawasan Ngamprah.

“Kalau dirata-ratakan, dua orang tiap RW itu menderita DBD,” kata dia. Akibat merebaknya penyakit tersebut, pihaknya bersama warga sudah mulai melakukan kerja bakti untuk pemberantasan sarang nyamuk yang kebanyakan ada di permukiman. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Rina Gunawan Meninggal Dunia

Rina Gunawan, istri dari Teddy Syach dikabarkan meninggal dunia pada hari ini Selasa (2/3). Kabar duka tersebut dibenarkan sang manajer.

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …