Ketua GMBI Subang Menduga Bupati Subang Terima Aliran Dana BPJS

Sugandi

Sugandi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Sidang kasus penyalagunaan dana BPJS anggaran 2014 terus bergulir. Dalam sidang Senin (29/2) Kepala Dinas Kesehatan dr Budi Subiantoro Kabupaten Subang dan Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Jajang Abdul Kholik tidak hadir, sehingga persidangan ditunda. Keduanya sudah mendekam di Lapas Sukamiskin.


Sidang lanjutan ini mendapat perhatian dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kab Subang. Ketua LSM GMBI Subang, Sugandi menjelaskan, terungkapnya kasus BPJS karena kinerja Polda Jabar, berdasarkan saksi-saksi dari Dinkes Subang, bendaraha Dinkes Suhendi, dan Kabid Bina Layanan Kesehatan Jajang Abdul Holik.
“Kehadiran kami hari ini ke Pengadilan Tipikor Bandung untuk melihat persidangan dr Budi Subiantoro, namun sidang hari ini ditunda dengan alasan saksi ahli tidak hadir,” ujar Sugandi di Kantor Tipikor, Jl REE Martadinata, Bandung, Senin (29/2).

Sugandi membeberkan bahwa ada dugaan aliran dana mengalir ke Bupati Subang Ojang Sohandi, melalui Kasi Yankes dasar dan rujukan Saeful Arifin sebesar Rp 700 juta pemindahan dari 180000105 tarik CHO CL 092651 dari bjb ke rekening BNI.

“Karena itu, kami minta pihak yang disebut oleh saksi saksi termasuk bupati Subang untuk dihadirkan di hadapan hukum, dan jangan ada perbedaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kasus ini bermula dana kapitas sebesar Rp 14.443.406.000 digunakan langsung tanpa melalui mekanisme APBD dan Rp 2.640.005.994,00 sehingga berindikasi kerugian daerah.

Penggunaaan dana kapitas Jaminan Kesehatan Nasional untuk jasa pelayanan kesehatan dan dukungan biaya operasional pada pasilitas kesehatan tingkat pertama milik pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Menteri Keseharan RI No.19/2014 dan Keputusan Bupati Subang No.902/Kep.152/DPPKAD/2014.
Pada 2014, lanjut Sugandi, BPJS Kesehatan telah membayar dana kapitas untuk FKTP milik Pemerintah Kab Subang sebesar Rp 43.990.969.000 dengan rincian pada Januari sampai April 2014 Rp 14.443.391.000 dan Mei sampai Desember 2014 sebesar Rp 29.547.578.000.

Dana kapitas sebesar Rp 14.443.391.000 yang dibayarkan pada Januari sampai April 2014 ditransfer oleh BPJS ke rekening BNI Cabang Subang nomor 0326861744 atas nama JKN Dinkes Kab Subang. Dinkes mengunakan rekening tersebut untuk menampung dana kapitas dan non kapitas.
Sedangkan untuk dana kapitas yang dibayarkan pada Mei sampai Desember 2014, BPJS mentransfer langsung ke rekening masing-masing FKTP.

“Kejadian ini membuka mata kita semua, bahwa dimata hukum perbedaan selalu ada. Untuk itu, GMBI akan terus menyoroti ketimpangan hukum di tengah masyarakat. Seharusnya yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka adalah mereka yang melakukan praktik KKN,” tegas Sugandi. (man/mun)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Hadirkan To The POIN Festival

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Telkomsel kembali memberikan program spesial kepada seluruh pelanggan setia dengan menggelar …