Memprihatinkan… Nasib Korbani Banjir Cieunteung di Pengungsian

Banjir setiap tahun melanda Kampung Cieunteung.

Banjir setiap tahun melanda Kampung Cieunteung.

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH– Para pengungsi korban banjir Bandung Selatan mengeluhkan kurangnya makanan dan pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.


Yanti (40) Koorndinator pengungsi warga Cieunteungg Kelurahaan Baleendah, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, mengatakan, setidaknya ada 45 warga Cieunteung yang mengungsi di GOR Baleendah selama satu pekan ini.

“Sudah satu pekan tinggal di GOR karena ruumah terendam,” tutur Yanti, Minggu (28/2).

Hidup di pengungsian kata Yanti tidaklah mudah, mengingat fasilitas yang didapat hanya seadanya. Dia mencontohkan, Seorang kakek benama Rohmat (85) harus terbaring diatas kasur seadanya, padahal kondisinya sedang tidak sehat.

“Pak Rohmat baru dioperasi prostat, kondisinya belum pulih, apalagi usianya sudah udzur,”ujarnya.

Di pengungsian, Rohmat hanya bisa terbaring lemas diatas kasur tipis. Namun, dia tidak bisa pulang ke rumahnya di Cieunteung, mengingat kampung tersebut masih terendam banjir.

Menurut Yanti, orang sakit memang mendapat perhatian khusus dari para pengungsi lain, seperti diberikan kasur seadanya, walaupun jauh dari kata layak.

“Alas untuk tidur seperti kasur tidak ada, anak kecil dan balita saja tidur pakai alas selimut,”ungkapnya.

Penderitaan para pengungsijuga diperparah oleh semakin menipisnya stok makanan. Yanti mengatakan para pengungsi baru satu kali mendapat bantuan makanan, itupun bukan makanan bergizi.

“Hanya diberi beras dan mie instan, jumlahnya juga hanya sedikit. Kami sangat membutuhkan makanan,”imbuhhnya.

Lebih lanjut Yanti mengatakan, kesulitan para pengungsi ini tidak hanya berhenti di situ saja. Untuk keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK) pun mereka cukup direpotkan. Karena, di GOR kelurahan yang difungsikan sebagai tempat pengungsian itu, hanya terdapat satu kamar mandi. Itupun tanpa dilengkapi tempat Buang Air Besar (BAB).

“Jadi kalau mau BAB itu kami harus numpang ke rumah-rumah di sekitar pengungsian. Atau ke Gedung Juang yang jaraknya tak terlalu jauh dari pengungsian,”tambahnya.

Kapolsek Baleendah, Kompol Suhari mengatakan, hinga saat ini jumlah pengungsi di GOR Kelurahan Baleendah sebanyak 16 KK dengan 45 jiwa. Sedangkan di GOR Inkanas di Jalan Puradireja ditempati oleh 15 KK dengan 45 jiwa warga dari Kampung Andir dan Cigosol. Kata dia, mengingat bencana banjir ini masih terjadi serta ancaman luapan air yang lebih besar masih bisa terjadi, sehingga, unit Sabraha Polsek Baleendah dan tim monitoring terus melakukan pemantauan lapangan.

“Kami terus meningkatkan kewaspadaan. Karena tidak menutup kemungkinan banjir yang lebih besar datang kembali. Lalu di pengungsian GOR Kelurahan Baleendah, ada satu orang pengungsi atas nama Rohmat warga RT 2 RW 28, harus mendapatkan perhatian khusus, karena yang bersangkutan baru selesai operasi di RS Al Ihsan,”katanya (mld)

Loading...

loading...

Feeds