Pengaktifan KA Bandung-Ciwidey Perlu Dikaji Ulang

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Pembangunan LRT (Light Rail Transit) sebagai pengembangan pembangunan stasiun kereta api cepat masih belum jelas.


Beberapa wacana untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api Bandung-Ciwidey sebagai jalur LRT juga perlu dikaji ulang. Sebab, ada beberapa pengganjal di lapangan yang bisa menghambat pengaktifan kembali jalur kereta api tersebut.

“Harus ada studi kelayakan dulu untuk mengaktifkan kembali jalur kereta Bandung-Ciwdey,” tutur Asisten Daerah Pemkab Bandung Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat, Marlan.

Dipaparkannya, walaupun pembangunan LRT dan stasiun kereta api cepat berada di pemerintah pusat, namun Pemda mempunyai kewajiban menyediakan lahan.

“Masih banyak yang harus dikaji. Di jalur kereta Bandung-Ciwidey sudah banyak dibangun rumah penduduk. PT KAI sebagai pemilik lahan juga harus terlibat jika akan mengaktifkan kembali jalur tersebut,” katanya.

Pemkab Bandung sendiri, kata Marlan, belum bisa mengukur tingkat keberhasilan pengoperasian kembali jalur tersebut. Apalagi, sudah sangat banyak rumah warga yang dibangun di sekitarnya dan di atas jalur rel.

Saat ini, lanjut Marlan, Pemkab masih terus melakukan pembahasan terkait penggunaan konsep LRT dalam jalur kereta Bandung-Ciwidey.

Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung Zunerfin mengatakan, kewenangan untuk mereaktifikasi jalur trase Bandung-Ciwidey ada di pemerintah, baik pusat dan daerah.

“Pengaktifan kembali jalur itu bukan kewenangan PT KAI. Tapi kita selaku yang diberikan tanggung jawab dalam pengelolaan lahan itu, kita mendukung untuk kelancaran pelaksanaan reaktifikasi itu,” tuturnya.

Salah satunya, dengan menertibkan aset berupa lahan yang dimiliki PT KAI. Terlepas adanya wacana mereaktifikasi jalur trase tersebut, lanjut Zunerfin, pihaknya sudah berkewajiban untuk melaksanakan penertiban aset.

Penertiban aset ini salah satunya dengan memancangkan plang-plang bertuliskan kepemilikan lahan di kawasan yang dilintasi trase. Plang-plang itu sudah banyak dipancang, misalnya di pemukiman yang melewati trase di kecamatan Ciwidey.

“Kapan pastinya (direaktifikasi) enggak tahu karena menyangkut anggaran, masalah lain, dan itu kewenangan pemerintah pusat dan daerah,” kata dia.(mld)

Loading...

loading...

Feeds

Indikator Menuju Desa Maju

MAJU desanya, makmur dan sejahtera warganya. Mungkin ini adalah dambaan setiap orang, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Inilah yang disebut …

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …