Kalau Sakit Jiwa, Kok Bisa sampai Berpangkat Brigpol?

Rumah (asrama polisi) Brigadir Polisi Petrus Bakus di Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, tampak masih dipasangi police line. Foto: Dedi/Rakyat Kalbar/Pojokbandung.com

Rumah (asrama polisi) Brigadir Polisi Petrus Bakus di Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, tampak masih dipasangi police line. Foto: Dedi/Rakyat Kalbar/Pojokbandung.com

Sementara itu, Psikolog dari Universitas Indonesia (UI), Reza Indragiri angkat bicara soal kasus ini. Pakar Psikologi Forensik UI itu menduga, menduga polisi yang membunuh kedua anaknya itu mengidap skizofrenia (gangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi).


Menurut Reza, profesi seperti polisi sangat rentan mengalami gangguan mental. Reza pun mempertanyakan mengapa hal-hal seperti ini terus terjadi.

“Bagaimana mungkin tanda-tanda skizofrenia terabaikan oleh atasan atau lembaganya? Kasus ini saya pikir bukan masalah si polisi semata,” ujar Reza.

Apalagi, kata Reza, ketika yang menjadi korban adalah sipil, maka semakin tegas bahwa pertanggungjawaban institusional juga harus ditunjukan.

“Artinya unit sumber daya manusia (SDM)harus melakukan cek secara menyeluruh dan berkala. Propam harus mengecek bagaimana kepedulian atasan kepada bawahannya,” beber Reza. (boy/mam/jpg)

 

Loading...

loading...

Feeds