Kalau Sakit Jiwa, Kok Bisa sampai Berpangkat Brigpol?

Rumah (asrama polisi) Brigadir Polisi Petrus Bakus di Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, tampak masih dipasangi police line. Foto: Dedi/Rakyat Kalbar/Pojokbandung.com

Rumah (asrama polisi) Brigadir Polisi Petrus Bakus di Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, tampak masih dipasangi police line. Foto: Dedi/Rakyat Kalbar/Pojokbandung.com

POJOKBANDUNG.com – KOMISI Kepolisian Nasional prihatin dengan kasus heboh: anggota Satuan Intelijen Keamanan Kepolisian Resor Melawi, Kalimantan Barat, Brigadir Polisi Petrus Bekus memutilasi dua anak kandungnya, Fab (4) dan Amo (3).


Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurrahman mengatakan, Petrus harus bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukannya.

Namun, kata dia, kalau benar Petrus mengalami gangguan jiwa maka harus dirawat dulu di rumah sakit jiwa. Karenanya, Hamidah mengatakan, untuk memastikan itu dibutuhkan pemeriksaan psikiater terhadap kondisi kejiwaan pelaku. “Kalau sehat harus proses hukum pidana,” tegasnya.

Dia mengatakan, kalau memang benar Petrus memiliki riwayat sakit jiwa, harus dikaji apakah pada saat diterima menjadi anggota Polri hal tersebut sudah terdeteksi. “Kalau sudah terdeteksi, kenapa bisa lolos?” kata Hamidah.

Hamidah menambahkan, Kompolnas akan melakukan klarifikasi kepada Kapolda Kalbar terlebih dahulu untuk mengetahui lebih jelas persoalan tersebut.

“Kemungkinannya bisa saja kami turun (ke Kalbar), namun kami akan coba hubungi Kapolda lebih dulu,” ujar Hamidah. 

Loading...

loading...

Feeds

Habib Rizieq Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab minta maaf karena beberapa waktu lalu dirinya membuat kerumunan massa …

Viral Azan Serukan Jihad

POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Aksi sekelompok orang yang mengumandangkan azan pada beberapa tempat viral di media sosial (medsos). Namun, dari panggilan …