Satpol PP Cantik Bantu Penertiban Pelanggar Perda di Bandung

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG— Satpol PP Kota Bandung tidak pernah lelah melakukan penertiban, kendati alokasi dana kegiatan di Satpol PP Kota Bandung hanya Rp12 miliar.

“Alokasi ini, untuk kegiatan penertiban seluruh pelanggan perda, yang dilakukn masyarakat,” ujar Kepala Si Pembinan, Pengawasan dan Penyuluhan Penegak Peraturan Hukum Daerah (PPHD), Satpol PP Kota Bandung, Yeni Hertikaningsih, pada kegiatan Bandung Menjawab, Kamis (25/2).

Yeni mengatakan, secara keseluruhan, alokasi dana di Satpol PP sebesar Rp60 miliar. Alokasi ini lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp50 miliar. Dari alokasi ini, yang paling banyak digunakan untuk honor kegiatan.

“Kami mengalokasikan dana untuk honor kegiatan, sekitar 50 persen dari alokasi seluruh alokasi per tahun,” terangnya.

Menurut Yeni, ini penting, mengingat anggota Satpol PP di lapangan, tidak mendapatkan asuransi. Padahal, risiko pekerjaannya yang tinggi, dan tidak pernah mengenal hari libur.

“Ya setiap hari, kami menggelar penertiban,” tambahnya.

Meski demikian, lanjut Yeni, pihaknya sangat terbantu dengan adanya anggota Satpol PP cantik di lapangan. Menurut Yeni, dari 387 orang anggota Satpol PP, 21 orang di antaranya adalah perempuan. Sementara dari sekitar 200 orang anggota Satpol PP di lapangan, 17 diantaranya adalah perempuan.

“Keberadaan Satpol PP perempuan ini sangat membantu. Karena kerap tugas kami di lapangan sekarang tidak harus lagi menggunakan kekerasan. Para pelanggar rata-rata malu jika ditegur oleh perempuan,” tambahnya.

Salah satu hasil razianya, lanjut Yeni, adalah ketika Satpol PP bisa mengamankan delapan orang wanita di kawasan eks lokalisasi Saritem yang berada di Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, yang telah resmi ditutup oleh pemerintah setempat.

“Kami menangkap delapan orang gadis yang berusia sekitar 21 tahun, dan mayoritas mereka bukan warga Kota Bandung,” katanya.

Saat penangkapan, lanjut Yeni, mereka diketahui sedang bertransaksi dengan beberapa pelanggan pada Jumat (19/2) malam lalu. Yeni mengatakan, penangkapan beberapa gadis yang diduga PSK itu saat pihaknya melakukan patroli yang telah menjadi agenda rutin Satpol PP.

“Saat melintasi kawasan itu (eks Saritem) kami melihat beberapa gadis memakai pakaian tak senonoh. Karena curiga dengan gelagat dan tampilan yang ditunjukan oleh mereka, kami kemudian mengamankannya,” tambah Yeni.

‎Menurut Yeni, dari hasil pemeriksaan petugas mayoritas perempuan yang belakangan diketahui berasal dari Subang dan Indramayu itu, sedang menunggu pelanggan di kawasan eks Saritem. Setelah dilakukan pendataan, kedelapannya pun kemudian dipulangkan ke tempat asalnya.

“Perlu kami tegaskan di sana itu sudah tidak ada aktivitas, kan sudah ditutup. Sekalipun ada, ya hanya oknum saja yang main kucing-kucingan dengan petugas. Lagian mereka diamankan di luar area Saritem,” tuturnya.

Disinggung masih adanya praktik prostitusi terselubung di kawasan eks Saritem, Yeni menilai karena Kota Bandung hingga kini masih menjadi pilihan warga dari luar untuk datang termasuk mencari pekerjaan menjadi faktor yang mempengaruhi masih munculnya hal itu. Meski begitu, pihaknya akan tetap melakukan langkah penertiban agar masalah itu dapat diminimalisasi.

“Hampir setiap hari kami melakukan penertiban, bukan hanya untuk mencegah praktik prostitusi saja tapi juga untuk penertiban PKL, peredaran miras, hingga keberadaan bangunan liar,” katanya. (mur)‎

Loading...

loading...

Feeds

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …