Seniman Gerakan Aksi Tolak Batik Palsu

Panitia Galaseni Andi (kiri) dan Desay Savitri Devi (kanan) menjelaskan pameran bertajuk Galaseni Batik Nusantara (22/2).Foto Bahi Binyatullah

Panitia Galaseni Andi (kiri) dan Desay Savitri Devi (kanan) menjelaskan pameran bertajuk Galaseni Batik Nusantara (22/2).Foto Bahi Binyatullah

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sebanyak 60 peserta terpilih akan memamerkan kain batik dengan beragam produknya dalam pameran bertajuk “Galaseni Batik Nusantara” pada 24-28 Februari 2016 di Graha Manggala Siliwangi, Jl. Aceh No. 66, Kota Bandung.


Dalam acara ini akan hadir pula seniman terbaik kain batik dari berbagai daerah di Indonesia. “Yang akan mengikuti pameran harus benar-benar produsen atau seniman batik asli yang ditulis, bukan batik printing. Untuk itu kami melakukan kurasi sebelum memutuskan siapa saja yang akan ikut pameran,” ujar penyelenggara acara, Desay Savitri Devi.

Ia mengungkapkan, diantara seniman dan produsen batik ternama yang akan hadir Tatik Sri Harta, Dudung Batik Pekalongan, dan Batik Madura.

Untuk ke-60 peserta dari perwakilan daerah di Indonesia, diantaranya dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten 13 peserta, Jawa tengah 30 peserta, Jawa Timur 5 peserta, Bali  2 peserta, NTT/NTB sebanyak 3 peserta, Sumatera 3 peserta, Kalimantan dan Sulawesi 4 peserta.

Desay yang merupakan CEO Maxxindo mengatakan kain batik merupakan karya seni warisan dari para leluhur yang harus dihargai dengan nyata. Untuk itu, ia menjamin semua peserta yang hadir dalam pameran semuanya merupakan produsen dan seniman batik tulis.

“Galaseni Batik Nusantara merupakan sebuah ajang pameran, edukasi sekaligus rekreasi kepada masyarakat untuk mengenal lebih dalam tentang batik,” ujarnya.

Untuk itu, dalam acara nantinya akan diadakan beragam kegiatan di luar pameran. Seperti, fashion show, Talk Show tentang Batik, Demo/Workshop membuat batik tulis, hiburan tradisional, Musik, dan aneka lomba.

“Batik merupakan pusaka warisan leluhur bangsa yang memiliki nilai seni dan diakui dunia. Batik adalah suatu hal yang tidak mampu digandakan bahkan oleh pembuatnya. Lahir sebagai adat dan kebiasaan yang tidak bisa dibuat secara instan,” ujarnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, salah seorang penyelenggara, Andi mengungkapkan, acara serupa akan menjadi perhelatan rutin yang diadakan setiap 2 tahun sekali.

Alasannya adalah menjaga kualitas batik yang dihasilkan. “Membuat batik asli yang ditulis itu sangat lama, perlu waktu sampai 6 bulan. Makanya kami rencanakan 2 tahun sekali untuk menjaga kualitas,” jelasnya.

“Nanti dalam acara juga akan ada gerakan yang diprakarsai dengan organisasi putra putri batik bernama “Gerakan Menolak Batik Palsu,” ia melanjutkan.

Gerakan tersebut berawal dari fenomena batik printing dan hegemoni budaya luar terhadap remaja Indonesia. “Gerakan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada seniman batik asli yang mencurahkan hidupnya membuat karya yang manual dan berkualitas. Juga, bertujuan membumikan batik di Bangsa sendiri,” pungkasnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Habib Rizieq Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab minta maaf karena beberapa waktu lalu dirinya membuat kerumunan massa …

Viral Azan Serukan Jihad

POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Aksi sekelompok orang yang mengumandangkan azan pada beberapa tempat viral di media sosial (medsos). Namun, dari panggilan …