Miris! Ini Kondisi dan Cerita Kampung Ramai Penduduk di Pesisir Subang


Warga Kecamatan Compreng dan Kecamatan Tambakdahan Subang saat menyeberangi sungai dengan menggunakan perahu. Foto: Mohamad Anwar/pojokbandung.com

Warga Kecamatan Compreng dan Kecamatan Tambakdahan Subang saat menyeberangi sungai dengan menggunakan perahu. Foto: Mohamad Anwar/pojokbandung.com

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kecamatan Compreng dan Kecamatan Tambakdahan Kabupaten Subang, melakukan aktivitas sehari-hari menggunakan perahu milik warga, karena ketiadaan jembatan sebagai akses penghubung dua kecamatan tersebut.

“Satu-satunya alat  yang menjadi akses warga di sini hanya perahu untuk bisa menyeberang,” kata Ahya.

Menurutnya, keberadaan perahu sangat membantu aktivitas warga, baik warga yang hendak ke pasar maupun siswa yang akan pergi ke sekolah karena arus air sungai masih deras dan tidak hanya warga, kendaraan dan barang pun dinaikkan ke atas perahu.

“Sekarang siswa terutama setingkat SMP dan SMA yang akan berangkat sekolah maupun warga ke pasar menggunakan perahu tersebut sebagai moda transportasi satu-satunya,” ungkapnya.

Selama puluhun tahun keberadaan perahu ini sangat membatu, terutama bagi warga Dusun Bojong Asem dan Desa Bojong Negara ada di wilayah Kecamatan Tambakdahan, sementara untuk warga di wilayah Kecamatan Compreng,Dusun Sukaseneng, Desa Compreng.

“Dalam kondisi normal, tentu saja tidak membuat kekhawatiran. Namun berbeda saat musim hujan atau debit air naik,tetap aja ada rasa khawatir . Takut terjadi sesuatu yang tidak inginkan,” katanya.

Dikatakan Ahya, jika pemerintah daerah atau pusat, membangun jembatan sudah bisa dipastikan akan menjadi jalan atau jalur alternatif sebagai nadi perekonomian masyarakat.

“Karena setiap harinya tidak sedikit warga setempat yang berjualan dan bekerja, melalui penyeberangan tersebut sebagai jalur transportasi,” pungkasnya. (anr)

loading...

Feeds

DJP Jabar I Genjot Pajak UMKM Kota Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Potensi raihan pajak dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat luar biasa besar. Terlebih dengan kebijakan penurunan …