Delapan Pelaku Jadi Tersangka Perusakan 6 Mobil di Cihampelas

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol AR Yoyol saat ekspose kasus perusakan mobil di Cihampelas. (nida khairiyyah)

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol AR Yoyol saat ekspose kasus perusakan mobil di Cihampelas. (nida khairiyyah)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Polisi menetapkan delapan orang pelaku perusakan enam unit mobil di kawasan Cihampelas yang terjadi beberapa waktu lalu. Aksi perusakan dilatarbelakangi oleh dendam antar kelompok motor di Kota Bandung.


Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol AR Yoyol, mengatakan, pascaaksi yang dilakukan sejumlah orang, pihak kepolisian melakukan penyelidikan. Dari 51 orang yang diamankan, jumlahnya mengerucut menjadi delapan orang.

“Semuanya ada 51 orang, tapi yang melakukan perusakan ada delapan orang. Empat sudah kami tangkap, tinggal empat lagi masih kami kejar. Informasinya ada di luar kota,” ujar Yoyol kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (22/2).

Keempat orang itu, ujar Yoyol, yakni P (21), I (23), T (23) dan D (23). Mereka, ujarnya, tergabung dalam salah satu kelompok motor di Kota Bandung.

Yoyol mengatakan, aksi yang dilakukan kelompok motor ini berawal dari dendam. Saat itu, kelompok motor tersebut hendak melakukan kegiatan perayaan ulang tahun kelompok motor tersebut di kawasan Gasibu, Bandung. Namun, kelompok motor ini mendengar kabar jika ada rekannya yang menjadi korban penganiayaan oleh kelompok motor lain.

“Tapi mereka mendapatkan berita kalau salah satu temannya menjadi korban pengeroyokan, padahal kan belum tentu,” katanya.

Mendapatkan kabar itu, ujar Yoyol, kelompok motor ini pun berinisiatif mencari keberadaan kelompok motor lawan. Dengan membawa senjata, mereka mendatangi salah satu tempat makan di kawasan Cihampelas yang merupakan tempat pentolan kelompok lawan menjadi juru parkir.

“Alasannya mencari lawannya, salah satunya juru parkir. Tapi ternyata juru parkir sudah tidak ikut-ikut kelompok motor. Mereka lalu merusak mobil di situ,” katanya.

Yoyol mengatakan, dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa dua senjata air softgun, tiga golok. Potongan kayu, batu dan sepeda motor. Senjata ini, diduga digunakan pelaku untuk melakukan perusakan.

“Senjata air softgun mereka punya sendiri. Kalau yang lainnya dia bawa dari lapangan di Cikutra,” katanya.

Kini, para pelaku mendekam di ruang tahanan Mapolrestabes Bandung. Mereka diganjar Pasal 170 KUHP dengan ancaman kurungan selama 12 tahun.

“Dengan kejadian ini, kami tingkatkan pengawasan. Kami akan lakukan razia dan patroli setiap malam,” katanya. (cr2)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …