Wow… Wayang Golek ‘Si Cepot’ Siap Tampil di Perancis

Dadan Sunandar Sunarnya

Dadan Sunandar Sunarnya

 


POJOKBANDUNG.com, CIPARAY – Putra dari Almarhum Asep Sunandar Sunarya, yakni Dadan Sunandar Sunarnya diundang untuk menghadiri festival boneka di salah satu institut di Perancis, pada 2017 mendatang.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan undangan festival di Institute Iternational De La Marionnate, acaran September 2017. Proposalnya sudah dibuat, mudah-mudahan saja lancar,” tutur Dadan, Kamis (18/2).

Direncanakan, Dadan yang menjadi penerus Giri Harja 3 tersebut akan membawakan lakon Mahabarata dan Ramayana di Perancis. Undangan serupa kata Dadan pernah diterima oleh Almarhum Ayahnya.

“Dulu Abah (Asep Sunandar Sunarya) pernah ke sana, sekarang karena Abah telah meninggal, saya yang diundang,” ujarnya.

Dijelaskannya, konsep pertunjukan wayang yang akan dibawakannya, tidak akan jauh berbeda dengan yang Ayahnya tampilkan. Dimana secara garis besar, bahasa yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam pewayangan akan menggunakan bahasa Sunda.

“Kecuali si Cepot, mungkin di sana akan pakai bahasa Perancis sedikit-sedikit, pakai bahasa Inggris juga. Makanya saya sekarang sudah mulai belajar bahasa perancis,” ungkapnya.

Pengggunaan bahasa perancis saat menampilkan si Cepot,kata Dadan supaya penonton bisa larut dalam suasana. Pasalnya, jika menggunakan bahasa sunda, besar kemungkinan penonton tidak akan mengerti.

“Penonton di sana memang bagus, tidak terlalu mementingkan bahasa, tapi kita juga harus melihat situasi penonton, makanya si Cepot akan menggunakan bahasa perancis,”paparnya.

Terlebih, dalam festival tersebut, diperkirakan pementasan wayang golek ini akan menjadi sorotan masyarakat Perancis dan para peserta festival dari negara lainnya.

“Keunikan wayang golek yang menjadi daya tarik penonton luar negeriadalah, karena yang memainkannya hanya satu orang tapi karakter yang dimainkan dalam satu babak bisa tiga sampai lima tokoh. Kalau di luar ngerikan satu orang mmankan bonek satu karakter, bahkan satu marionate bisa dimainkan oleh beberapa orang,” terangnya.

Selain itu, tujuan utama berangkat ke perancis kata Dadan tidak lain untuk menduniakan wayang golek, supaya Masyarakat bisa kembali menyukai budaya lokal.

Diungkapkannya, saat ini wayang golek memang masih bisa bertahan, namun pemminatnya sudah semakin berkurang.

“Dulu waktu Abah masih ada, setiap hari ada undangan. Bahkan, jika ada yang ingin mengundang wayang golek harus dri tiga bulan sebelum$nya karna padatnya jadwal. Sekarang mah, dalam satu bulan paling 15-20 kali saja undangan,”ungkapnya. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

43 Prajurit TNI Ditukar US Army

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menerima kunjungan beberapa perwakilan dari tentara Amerika untuk Indonesia. Dalam pertemuan …