Tolak Proyek Kereta Cepat, Mahasiswa Bandung Demo Meneg BUMN

Diskusi Publik Kereta Cepat yang dihadiri Meneg BUMN di Bandung. (Khairizal Maris)

Diskusi Publik Kereta Cepat yang dihadiri Meneg BUMN di Bandung. (Khairizal Maris)

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Aksi unjuk rasa mewarnai sosialisasi pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung, Jumat (19/2). Puluhan mahasiswa dan masyarakat yang menolak rencana tersebut berunjuk rasa sambil membawa sejumlah poster, di kawasan Jalan Merdeka, Bandung.

Mereka sengaja menunjukkan sikapnya karena dalam acara sosialisasi ini dihadiri sejumlah tokoh penting penggagas kereta cepat tersebut seperti Menteri Negara BUMN Rini Sumarno dan Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China. Selain itu, hadir juga Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Koordinator aksi, Dadang Hermawan, mengatakan, pembangunan kereta cepat terbilang proyek dadakan sehingga tanpa perencanaan yang matang. Bahkan, hal ini tidak dibicarakan terlebih dahulu dengan pemerintah daerah dan DPRD.

“Pembangunan kereta cepat tersebut bertentangan dengan kawasan yang telah ditetapkan oleh peraturan daerah provinsi, yaitu bertentangan dengan perda Nomor 22 Tahun 2010 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Jawa Barat,” katanya.

Terlebih, lintasan kereta api tersebut menembus area kawasan yang sudah dinyatakan sebagai kawasan strategi provinsi, seperti Walini dan Gedebage yang merupakan daerah tangkapan air. Selain itu, lanjutnya, banyak aturan lain yang ditabrak oleh pembangunan kereta cepat tersebut.

“Banyak hal yang menjadi pertanyaan kita, salah satunya tidak mempunyai dokumen lingkungan dan izin-izin pendukung lainnya. Hal itu banyak menimbulkan potensi konflik agraria, sangat merusak lingkungan dan ancaman sosial dan budaya,” katanya.

Presiden Keluarga Mahasiswa ITB Muhammad Mahardhika Zein mengatakan, proyek kereta cepat tersebut tidak pernah tercantum dalam dokumen perencanaan “Kita menolak pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, perlu ada pengkajian ulang mengenai kelayakan secara sosial, di samping kelayakan finansial proyek. Kita ingin proses pembangunan sesuai dengan aturan, prosedur, dan kaidah yang berlaku,” pungkasnya.

Pakar transportasi ITB, Harun Ar Rasyid, mengatakan, pembangunan kereta cepat ini harus menjadi momentum kebangkitan bagi perkeretaapian nasional. Meski menggunakan teknologi Tiongkok, industri kereta api lokal harus berkembang terlebih pengelolaannya 60 persen lokal dan 40 persen investor Negeri Tirai Bambu.

“Sama-sama terbang, sama-sama tenggelam. Lokal 60, mereka lebih utama kereta apinya. Industri lokal jangan sampai digerogoti,” katanya di tempat yang sama.

Dia pun berharap, pembangunan kereta api cepat ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebagai contoh, untuk pengembangan kawasan perumahan, masyarakat sekitar harus mendapat porsi yang seimbang.

“Manfaat ini siapa yang menikmati? Mestinya ada ruang yang diberikan kepada masyarakat sekitar,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Hadirkan To The POIN Festival

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Telkomsel kembali memberikan program spesial kepada seluruh pelanggan setia dengan menggelar …