Parkir Sembarangan di Cimahi, Siap-siap Ditilang Polisi

Polisi tempel stiker peringatan bagi pelanggar parkir.

Polisi tempel stiker peringatan bagi pelanggar parkir.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Untuk menciptakan budaya tertib lalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran, Tim gabungan Satlantas Polres Cimahi, Dishub-Satpol PP Kota Cimahi, dan Sundenpom Cimahi mensosialisasikan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) kepada masyarakat Kota Cimahi.


Pelanggaran terhadap aturan berlalu lintas termasuk parkir sembarangan akan dilakukan penindakan tegas. Alasannya, kendaraan yang parkir di area yang dilarang memicu kemacetan arus lalu lintas.

Sosialisasi dilakukan sepanjang ruas Jalan Jend. Amir Mahmud dari Alun-alun Cimahi-Jalan Pesantren sebagai batas Kota Cimahi.

KTL sendiri mulai berlaku Senin (22/2) mendatang. Jika masih ada kendaraan yang melanggar bakal ditindak dengan sanksi tilang bagi pengemudi dan pemasangan stiker “Pelanggar Kawasan Tertib Lalu Lintas” pada kendaraan bersangkutan.

Demikian disampaikan Kanit Dikyasa Satlantas Polres Cimahi Iptu Fiekry Adi Perdana. Di jalur yang ditetapkan sebagai KTL tersebut, ia tegaskan harus bersih dari pelanggaran lalu lintas, termasuk dari gangguan semacam parkir liar dan PKL (pedagang kaki lima) yang berada di atas trotoar.

“Kendaraan yang parkir di jalur Amir Mahmud menjadi salah satu penyebab kemacetan di wilayah Cimahi. Oleh sebab itu sepanjang jalur Amir Mahmud dan jalan Pesantren harus bersih karena jalur utama perlintasan,” ujarnya kepada wartawan belum lama ini.

Dengan begitu, ia berharap setiap kendaraan yang melintas jalur ini tidak mengalami hambatan kemacetan.

“Jika setelah sosialisasi ini dilakukan namun tetap saja masih ada yang melanggar maka, akan dikenakan denda maksimal. Kita kan sudah sosialisasi kepada masyarakat serta juru parkir yang ada, agar tidak parkir di pinggir jalan. Kalau masih saja bandel, bakal ditindak,” tegasnya.

Program tersebut dimaksudkan agar masyarakat meningkatkan kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas. Selama ini penindakan sudah kerap dilakukan namun pelanggaran tetap masih banyak ditemukan.

Ia mengimbau masyarakat agar paham akan bahaya yang bisa menimbulkan potensi kecelakaan jika melanggar aturan berlalu lintas. “Ini untuk kepentingan dan keselamatan bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, ditemui di tempat berbeda, Wali Kota Cimahi Atty Suharti menyambut baik program KTL tersebut. Pasalnya, ketertiban kota tidak bisa terwujud kalau masyarakat tidak taat aturan. Selain itu, ruas jalan Jend. Amir Mahmud merupakan wajah Kota Cimahi.

“Bahkan kalau ada yang melanggara di kawasan (KTL) itu dendanya bisa berlipat ganda. Kalau dengan kesadaran sendiri sulit taat, mungkin lewat sanksi bisa membuat efek jera sehingga lama kelamaan menjadi terbiasa berlalulintas dengan tertib dan sesuai aturan,” imbuhnya.

Untuk itu ia mengimbau masyarakat bersinergi dengan petugas bersangkutan agar angka pelanggaran lalu lintas bisa ditekan.

“(Angka pelanggaran lalu lintas) bisa ditekan asal masyarakat dan aparat bersinergi,” ujarnya.

Ia pun menilai keluhan warga terhadap kemacetan perlu diatasi bersama-sama. Pihaknya sudah mengupayakan pembangunan infrastruktur jalan sebagai upaya mengurai kemacetan seperti ruas Aruman.

“Kami juga berkoordinasi dengan kepolisian dan jajaran militer untuk bersama-sama menanggulangi kemacetan dengan menegakkan aturan,” pungkasnya.(bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Gelaran The NextDev, Lanjutkan Inovasi Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel kembali menyelenggarakan The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy tahun 2020. Pengumuman tersebut dilakukan dalam kegiatan …