Duh… Uang Deposito Rp 2 Miliar Raib, Bank Woori Saudara Digugat Nasabahnya

bank woori saudara. (nida khairiyyah)

bank woori saudara. (nida khairiyyah)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Seorang nasabah TA menggugat secara perdata Bank Woori Saudara (dulu Bank Saudara, red) cabang Kopo.  TA mengaku telah menjadi korban penipuan dan penggelapan dengan modus deposito di bank tersebut.


Korban menggugat Bank Woori Saudara dengan no register perkara No. 9/PDT.G/2016/PN.BDG, lantaran merasa dirugikan akibat uang yang didepositokan di bank tersebut sebesar Rp2 miliar raib.

Menurut salah satu tim kuasa hukumnya, Budi Dharma SH, pada sidang perdana yang semestinya digelar, Rabu (17/2/2016), pihak tergugat yakni Bank Woori Saudara KCP Kopo dan mantan karyawannya Ricky Subagja Merdeka tidak hadir.

“Pihak tergugat tidak hadir, sehingga sidang ditunda 24 Februari mendatang,” kata Budi, Kamis (18/2/2016).

Dikatakannya, pihaknya juga telah melaporkan kasus penipuan dan penggelapan ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku institusi yang mengawasi praktik-praktik perbankan di Indonesia agar memeriksa pengurus Bank, Direksi dan Komisaris Bank Saudara yang diduga merugikan keuangan masyarakat.

“Kami masih menunggu tindak lanjut dari OJK,” pungkas Budi.

Kasus penipuan dan penggelapan dana deposito di Bank Woori Saudara, berawal saat korban TA ditawari membuka rekening dengan no 1503994234 dan menyimpan dana sebesar Rp 2 miliar di Bank Saudara KCP Kopo dalam bentuk deposito dengan no deposito 0118202 jatuh tempo selama 1 bulan dengan bunga 12 persen.

Namun, saat jatuh tempo dan uang hendak dicairkan ternyata bilyet deposito tersebut abal-abal alias bodong, sehingga uang TA yang telah ditransfer sebanyak Rp 2 miliar raib.

“Ada dugaan ini merupakan permainan orang dalam bank hingga uang klien saya raib. Bank Woori Saudara sendiri seolah hendak cuci tangan dan memecat Ricky Bagja Merdeka,” tandasnya.(cr2)

Loading...

loading...

Feeds