Peringati Pekan Imunisasi, Dinkes ‘Berburu’ Balita ke Tempat Umum

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-Memperingati Hari Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Pemerintah Kota Bandung menargetkan 96 persen dari 250 ribu anak usia 0 hingga 59 bulan mengikuti program PIN yang berlangsung pada 8-15 Maret mendatang.


“Diharapkan orang tua membawa anak balitanya (bawah lima tahun) ke pos PIN, karena imunisasi ini dijamin halal dan aman,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, Rabu (17/2/2016).

Tahun ini, lanjut Ahyani, pihaknya menargetkan lebih dari 96 persen bayi diimunisasi. Karena itu, ia mengingatkan kader Posyandu atau petugas untuk melakukan penyisiran bila ada balita yang terlewat atau tidak datang ke pos PIN.

“Untuk itu, tiga hari sebelumnya warga harus dapat undangan supaya enggak lupa. Suratnya bisa disebarkan oleh petugas, kader atau sukarelawan,” tandas Ahyani.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Bandung, Susatyo Triwilopo mengatakan, Kota Bandung sudah dinyatakan bebas polio sejak 2014.

“Meski demikian, secara nasional penyebarannya masih belum merata. Karenanya, untuk mencegah masuknya virus polio dari luar daerah ke Kota Bandung, kita harapkan semua warga Kota Bandung sadar untuk membawa balitanya ke pos PIN,” paparya.

Untuk mencapai target, Dinkes akan melakukan penyisiran ke tempat-tempat umum seperti taman agar tidak ada bayi yang terlewat.

“Kita harap sih dalam satu hari semua warga datang ke pos PIN, tapi kita beri waktu seminggu karena bisa saja ada yang sedang sakit atau lainnya,” tandasnya.

Susatyo mengatakan, pihaknya menyiapkan monil, motor untuk mendistribusikan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mungkin ada di tempat-tempat yang jauh dari pos PIN.

“Masyarakat yang ada di psar, mall, dan tempat umum lainnya juga bisa mendapatkan pelayanan. Karena, walaupun Kami (dinkes,Red) hanya memiliki satu unit mobil opersional, tapi setiap puskesmas di Kota Bandung kan punya mobil juga yang bisa digunakan,” paparnya,

Terkait gejala panas yang ditimbulkan saat imunisasi, Susatyo membenarkan hal itu sering tetjadi. Namun hanya berlaku untuk jenis imunisasi tertentu sepwrti campal. Meaki begitu, panas ini merupakan reaksi yang wajar.

“Imunisasi ada gejala lain itu memang benar, karena ada yang menyebabkan panas karena sedang bergelut dengan antibodinya otomatis ada reaksi panas. Tapi reaksi panas ini sebuah proses mengkompensasi anti gen untuk membentuk anti bodi. Jadi jangan khawatir,” tandasnya

Sementara, Wakil walikota Bandung Oded M Danial menegaskan, imunisasi aman dan halal untuk balita.

“Hal itu yang harus kita sosialisasikan kepada masyarakat. Karena masih ada sebagian golongan masyarakat yang masih khawatir dengan keamanan dan kehalalan imunisasi yang diberikan kepada anak-anaknya,” ujar Oded.

Oded mengatakan, sebenarnya, kesadaran warga Kota Bandung untuk imunisasi cukup bagus. Saat ini tinggal mengingatkan kembali agar mereka datang ke pos PIN dan sangat pentingnya imunisasi.

“Kota Bandung membuat program ini sebagai sosialisasi dan diharapkan ibu-ibu membawa anak-anaknya ke pos PIN nanti (8-15 Maret mendatang),” tandas Oded.

Oded menegaskan, masyarakat tidak usah khawatir dengan kehalalan vaksin, pasalnya, ke depan MUI juga akan berikan fatwa bila imunisasi ini halal, tandasnya.(mur)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …