Lantik Enam Kepala Daerah di Jabar, Aher Ingin Sinergiskan Pembangunan Daerah

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan melantik enam pasangan kepala daerah di Jabar,

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan melantik enam pasangan kepala daerah di Jabar,

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Sinergitas antara kabupaten/kota dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pusat harus ditingkatkan. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Jabar terutama di enam kabupaten/kota yang baru saja memiliki kepala daerah baru.

Hari ini, enam kepala daerah hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2015 di Jabar telah dilantik Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Gedung Merdeka, Bandung. Mereka ialah Jeje Wiradinata-Adang Hadari (Kabupaten Pangandaran), Marwan Hamami-Ajo Sarjono (Kabupaten Sukabumi), M. Idris-Pradi S (Wali Kota Depok), Anna Sophanah-Supendi (Kabupaten Indramayu), Cellica N-Ahmad J. Maksari (Kabupaten Karawang), Dadang M Nasser-Gungun Gunawan (Kabupaten Bandung).

Heryawan mengatakan, di Jabar terdapat banyak proyek strategis nasional yang tengah dilakukan. Ini membutuhkan dukungan semua pihak terutama pemerintah daerah.

“Harus ada sinergi, agar tepat sasaran,” katanya. Sebagai contoh, Heryawan menyebut, pemerintah pusat menjadikan pedesaan sebagai ujung tombak pembangunan daerah.

Hal ini harus menjadi acuan pemerintah kabupaten/kota dalam mencanangkan program pembangunan. “Langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas dalam mendukung program nasional,” ujarnya.

Selain itu, bupati/wali kota yang baru dilantik ini harus mampu mendorong serapan anggaran negara. Sebab, kata Heryawan, serapan anggaran negara menjadi faktor penting dalam mendongkrak perekonomian.

“Tidak boleh ada serapan anggaran terlambat. Belanja pemerintah sangat diandalkan untuk memicu pertumbuhan ekonomi,” katanya seraya menyebut pelantikan di awal tahun ini harus jadi momentum untuk mempercepat serapan APBD.

Lebih lanjut Heryawan meminta, para kepala dan wakil kepala daerah yang baru dikukuhkan ini bisa seiring sejalan hingga akhir masa jabatan. Menurutnya, harmonisasi ini merupakan faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang efektif.

Gubernur dua periode ini tidak menginginkan adanya perseteruan di antara bupati/wali kota dengan wakilnya. “Harus jadi dwi tunggal yang saling melengkapi. Bupati jadilah bupati, wakil jadilah wakil. Sesuai tugas dan fungsinya. Insya Alloh akan aman. Akan harmonis, birokrasi enggak terpengaruh,” bebernya.

Dengan demikian, Heryawan meminta kepala daerah tingkat II yang baru dilantik ini harus merealisasikan janji kepada masyarakat saat kampanye lalu. Terlebih, katanya, janji yang diucapkan saat kampanye itu memiliki tanggung jawab yang besar.

“Diucapkan dalam kesadaran. Ini janji terhadap Tuhan dan manusia yang harus ditepati dengan kejujuran,” tegasnya seraya meminta mereka untuk langsung bekerja tanpa mengedepankan masa transisi.

Hal senada diungkapkan Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari. Menurutnya, sinergitas di antara pemerintah harus dibangun agar pembangunan bisa dirasakan dengan baik oleh masyarakat.

“Sinergitas harus dibangun, karena di pusat ada program percepatan pembangunan, pemerintah daerah di Jabar juga ada beberapa kegiatan. Jadi kerjasama yang dibangun pusat dan daerah ini harus terus tercapai,” katanya.

Ineu pun meminta para kepala daerah ini mewujudkan janji-janji pada masa kampanye lalu. “Semoga mereka dapat bekerja sesuai janjinya,” katanya.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah persoalan yang menjadi perhatiannya. Di antaranya seperti peningkatan indeks pembangunan manusia.

“Kami ingin meningkatkan IPM, pendidikan, kesehatan, dan daya beli. Karena pengangguran ini jadi prioritas kami,” katanya.

Sementara, Bupati Indramayu Anna Sophanah mengatakan, pihaknya siap menjalankan pemerintahan secara harmonis. Menurutnya, hal ini sudah terbukti karena pada saat ini pun dirinya berpasangan dengan wakil bupati yang sama.

“Wakilnya tetap, artinya kompak, karena lima tahun kemarin tetap sama. Saling mengisi saja,” katanya.

Selain itu, Anna mengaku pihaknya fokus dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan kepada masyarakat. “Warga Indramayu 1,8 juta, tapi rumah sakit cuma ada dua. Jadi fokus pendidikan, kesehatan, dan daya beli,” katanya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Habib Rizieq Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab minta maaf karena beberapa waktu lalu dirinya membuat kerumunan massa …

Libur Natal-Tahun Baru Dipangkas 3 Hari

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA– Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) akhirnya jadi dipangkas. Pemerintah memutuskan mengurangi jatah libur Nataru selama …

Viral Azan Serukan Jihad

POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Aksi sekelompok orang yang mengumandangkan azan pada beberapa tempat viral di media sosial (medsos). Namun, dari panggilan …