Dadang Naser Dilantik, Ini Harapan Warga Kabupaten Bandung

Pasangan Bupati-Wabup Bandung, Dadang Nasser- Gungun Gunawan beserta istri usai pelantikan.

Pasangan Bupati-Wabup Bandung, Dadang Nasser- Gungun Gunawan beserta istri usai pelantikan.

POJOKBANDUNG.com, SOREANG– Dilantiknya pasangan Bupati Bandung terpilih Dadang M Naser-Gungun Gunawan oleh gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Rabu (17/2), menyimpan sedikit harapan bagi masyarakat supaya Kabupaten Bandung bisa lebih maju lagi.


Praktisi pertnaian asal Kecamatan Rancabali, Dede Badru Munir dengan adanya pemerintahan baru, maka harapannya Kabupaten Bandung bisa lebih memperhatikaan nasib para petani.

Terutama di wilayah Ciwidey-Rancabali-Pasir Jambu, saat ini produksi pertanian menurun drastis karena kurangnya ketersdiaan lahan. Dipaparkannya, kawasan Ciwidey pada awalnya merupakan sentra pertanian, namun akhir-akhir ini lahan pertanian tergerus oleh berdirinya fasilitas pendukung pariwisata.

“Lahan Pertanian banyak yang berubah menjadi tempat wisata dan hotel,” tutur Dede.

Di sisi lain, petani juga sering dininabobokan oleh berbagai program pemerintah seperti adanya pupuk bersubsidi, namun pada kenyataan di lapangan, pupuk subsidi seolah lenyap.

“Saya berharap, agar pemerintahan Kabupaten Bandung yang baru ini bisa menjadi angin segar bagi petani. Harus ada keberniaan menegakan RTRW, jangan dalam RTRW lahan hijau, tapi di lapangan malah jadi bangunan,” ujarnya.

Lain halnya dengan Dede, Eman Suherman mengharapkan agar di periode kedua Dadang Naser bisa lebih mandiri lagi dan tidak terlalu mngandalkan investor untuk pembangunan.

Eman yang merupakan pengurus Katan Warga Pedagang Pasar Banjaran tersebut, menginginkan supaya Pemerintah Kabupaten Bandung membiayai sendiri untuk melakkukan revialisasi pasar Banjaran.

“Jangan mengandalkan investor, karena akan memberatkan kami para pedagang,”ujarnya.

Dari belasan tahun lalu, kata Eman pasar Banjaran telah beberapa kali terkena musibah kebakaran. Namun selalu sanggup berdiri lagi dengan cara mmbangun sendiri secara swadaya pedagang dana bantuan pmerintah.

Oleh sebab itu, kalaupun pemerintah menginginkan pasar Banjaran lebih bagus lagi dengan cara melakukan revitalisasi, maka jangan mlibatkan swasta atau investor.

“Budaya kami dalam membangun pasar tradisional sudah seperti itu, tolonglah jangan pakai pihak ketiga. Bupati baru ini haruslah percaya pada diri sendiri dan warganya, dengan bergotong royong mampu membangun lebih baik,” katanya.

Sementara, Ratnasari, warga Desa Cibeuying Kecamatan Cimenyan mengharapkan, di periode kedua Dadang M Naser ini, bisa lebih memperhatikan pembangunan di wilayah perbatasan. Pasalnya, pembangunan wilayah perbatasan di daerahlain seperti kota Bandung, Kota Cimahi dan wilayah perbatasana lannya sudah sangat pesat.

“Wilayah perbatasan jangan sampai dianaak tirikan. Pembangunan hanya dilakukan terfokus di Soreang dan tempat-tempat strategis yang dekat dengan industri dan pariwisata, saja,”katanya.

Pernyataan tersebut kata Desi, bukan tanpa alasan, dia mencontohkan pembangunan jalaan di Kecamatan Cimenyan sangat lambat. Walaupun tahun lalu jalan diperbaiki, namun kualitasnya kalah bagus oleh kota Bandung.

“Itu jalan yang dihotmiks pas menjelang kampanye kemarin sudah rusak lagi. Mohon diperbaiki lagi, lengkap dengan drainasenya. Pembangunan di Cimenyan mohon diperhatikan, jangan sampai menyebabkan banjir dan longsor lagi,” katanya. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

Gandeng LBH Gerakan Pemuda Anshor

POJOKBANDUNG.com, CIMANGGUNG – Untuk melindungi warga karang taruna dan masyarakat Cimanggung yang berurusan dengan masalah hukum, Forum Pengurus Karang Taruna …