Polisi Bandung Waspadai Serangan Lewat Makanan Bercampur Sianida

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Jajaran kepolisian meningkatkan kewaspadaan dengan adanya upaya penyerangan anggota polisi dengan modus baru. Hal ini terkait peringatan Kapolri tentang penggunaan sianida oleh pelaku yang dicampur makanan untuk anggota polisi yang sedang bertugas.


Kasubbag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Reny Marthaliana mengungkapkan, peningkatan kewaspadaan sebenarnya sudah dilakukan sejak adanya isu penyerangan yang akan dilakukan sebelum pergantian tahun. Setiap polisi wajib menggunakan rompi antipeluru dan membawa senjata laras panjang.

“Peningkatan kewaspadaan dengan double protector yakni anggota kami yang sedang kegiatan ditemani anggota yang membawa persenjataan lengkap. Termasuk pos pengamanan dan markas,” ujar Reny di Mako Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (15/2).

Reny mengungkapkan anggota kepolisian juga diimbau mewaspadai pemberian makanan atau minuman yang berasal dari sumber atau orang tak dikenal.

“Berdasarkan imbauan dari Kapolri, ada modus baru memberi racun sianida kepada anggota polisi saat sedang makan di warung atau di tempat keramaian lainnya,” ujarnya.

Reny mengatakan, masyarakat yang mengirimkan makanan sebetulnya hal yang biasa dilakukan terutama bagi petugas yang berjaga di pos polisi. Hal itu lantaran banyak masyarakat yang peduli dengan polisi. Namun kali ini anggota memang diimbau lebih waspada terhadap pemberian dari orang tak dikenal.

“Seperti di Polsek Kiaracondong kemarin, ada yang mengirim makanan tapi tetap diterima. Pengirimnya didokumentasikan sebagai data kami,” tandasnya.(cr2)

Loading...

loading...

Feeds