Koruptor Proyek Penanaman Mangrove Dituntut 18 Bulan Penjara

palu-sidang

palu-sidang

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Subang, Ading Suherman, dituntut hukuman 18 bulan penjara plus denda Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan. Pria berkulit gelap itu dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi pada proyek penanaman 375.000 batang pohon mangrove di Kabupaten Subang.


Hal itu terungkap pada sidang beragendakan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Mohammad Hamidun Noor SH, di Pengadilan Tipikor Bandung, Selasa (16/2/2016).

Selain dituntut hukuman kurungan, terdakwa Ading juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp115 juta dari total kerugian negara pada kasus ini sebesar Rp481 juta.

Selain menuntut terdakwa Ading, pada kasus yang sama JPU juga menuntut tiga terdakwa lainnya. Mereka adalah, Direktur CV Megawangi Inti, (rekanan proyek), Mochamad Juaeni, dituntut 18 bulan penjara plus denda Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan. Juaeni juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp45 juta.

Seorang pejabat di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Subang, Kurnia, dituntut hukuman 2 tahun penjara plus denda Rp50 juta subsider 6 bulan. Kurnia diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp150 juta. Terdakwa baru mengembalikan Rp10 juta, Jika tidak dibayar diganti kurungan 1 tahun.

Terdakwa keempat adalah Agus Prabanto dituntut hukuman 18 bulan penjara plus denda Rp50 subsider 6 bulan kurungan. Agus juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp171 juta.

“Para terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat (2) dan ayat (3) UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” kata JPU Hamidun, saat membacakan tuntutannya.

Pada sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Martahan Pasaribu SH itu, JPU Hamidun mengatakan, seharusnya 375.000 batang pohon mangrove yang ditanam itu berukuran cukup besar dan sudah memiliki daun. Namun yang ditaman terdakwa Juaeni, pohon mangrove kecil tanpa daun. Tak heran dari total anggaran proyek sebesar Rp731 juta, kerugian negaranya mencapai Rp481 juta.

Menurut JPU, terdakwa Juaeni bahkan tidak mengerjakan proyek tersebut. Ia hanya ongkang-ongkang kaki dan menyerahkan pengerjaannya pada terdakwa Agus Prabanto, tenaga ahli di CV Megawangi Inti.

Hamidun mengatakan, Agus Prabanto kemudian bertemu dengan Ketua Pokja Mangrove Alas Daon, Karsad, Ketua Pokja Alas Daon III, Urief Suparjo, dan Ketua Pokja Bunderan Jaya, Junaedi. Ketiganya adalah pimpinan kelompok tani.

Agus atas persetujuan Juaeni meminta kepada ketiga pimpinan kelompok tani itu untuk menyediakan 375.000 batang pohon mangrove dan 375.000 batang ajir bambu.

Pohon sebanyak itu plus upah kerja penanamannya hanya dihargai Rp250 juta, padahal anggaran proyeknya Rp731 juta. Tak heran kerugian negara pada kasus ini mencapai Rp481 juta.

“Karena biayanya hanya Rp250 juta, pohon mangrove yang ditanam pun masih kecil dan belum memiliki daun,” kata JPU Hamidun.

Sebanyak 375.000 batang pohon mangrove tanpa daun itu ditanam di Blok Bunderan, Dusun Tanjungjaya, Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang. Proyek ini dilaksanakan pada 2013.

Ketua majelis hakim Martahan Pasaribu menetapkan sidang kasus ini akan kembali digelar pada Senin (22/2/2016) pekan depan, beragendakan pembacaan nota pembelaan atau pleidoi dari para terdakwa. (cr2)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …