Ibu Rumah Tangga Ini Nekat Selundupkan Narkoba ke Lapas Banceuy

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, SOREANG– Seorang ibu rumah tangga berinisial K Alias T(46) ditangkap sat res narkoba Polres Bandung karena diduga menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu ke Lapas Kelas II A Banceuy Kota Bandung.


Kapolres Bandung, AKBP Erwin Kurniawan mengatakan, penangkapan K berawal dari pengembangan pengungkapan kasus peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Bandung.

Menurut Erwin, berdasarkan informasi yang diterma, K akan membawa sabu-sabu dari seseorang di terminal Leuwi Panjang pada Sabtu (13/2). Sat res Narkoba kemudian mlakukan penyelidikan dan pengintaian.

Diketahui, setelah dari Terminal Leuwi Panjang, K menuju Lapas Banceuy untuk membesuk seorang narapidana berinisial DI.

“Setelah tersangka ke luar, kami mengamankan dan melakukan interogasi K,” tutur Erwin, Senin (15/2).

Berdasarkan keterangan K, mengakui jika dirinya memasukkan narkoba jenis sabu-sabu seberat 10 paket atau 10 gram yang diberikannya kepada DI.

“Diduga Sabu-sabu tersebut akan diedarkan di dalam Lapas,”ujarnya.

Atas kerja sama dengan Lapas Kelas II Banceuy, Satuan Reserse Narkoba Polres Bandung memasuki Lapas untuk melakukan pemeriksaan terhadap tersangka DI. Atas keterangan DI, diakui bahwa dirinya menerima 10 paket kecil sabu-sabu seberat 10 gram dari T.

Lebih lanjut Erwin mengatakan, modus yang dilakaukan Oleh K untuk memasukan narkoba ke Lapas Banceuy adalah dengan cara memasukan narkoba yang telah dikemas dalam plasik ke dalam kemaluannya.

“Untuk bisa lolos dari pemeriksaan sipir,sabu-sabu yang dibawa dimasukanke dalam kemaluan, setelah sampa di dalam, tersangka pergi ke kamar kecil untuk mengeluarkan sabu-sabunya dan memberikannya kepada DI,”paparnya.

Tersangka sendiri, merupakan DPO Poolres Bandung yang telah berhubungan dengan DI sjak 2011. Mereka bekerjasama untuk memasukan sabu-sabu ke dalam lapas.

“Berdsarkan pengakuan, K sudah dua kali memasukkan sabu ke lapas,” katanya.

T tercatat sebagai ibu rumah tangga dari Jalan Sekeloa Utara, Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Sedangkan DI merupakan narapidana kasus peredaran dan pemakaian narkoba.

Tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun.

Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas II Banceuy,
Arjiunna, mengatakan selama ini pemeriksaan para penjenguk narapidana di lapas sudah dilakukan secara maksimal. Mereka dipastikan tidak membawa barang-barang berbahaya atau narkoba ke dalam lapas.

“Sehubungan dengan kekurangan personil, setiap hari itu ada kunjungan sekitar 100 orang, jadi memang begitu peliknya pemeriksaan. Dalah hal ini, tersangka menyembunyikannya di dalam kemaluan. Untuk barang-barang kita periksa betul, tapi untuk deteksi narkoba itu belum ada,” katanya.

Arjiuna mengatakan akan lebih mengetatkan pemeriksaan pengunjung lapas dan menambah jumlah petugas pemeriksaan. Ucapnya, pemberantasan narkoba di lapasnya merupakan harga mati yang terus dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …