Pelapor Pemasangan Pipa PDAM Ilegal Dihadiahi Rp 2 Juta

ilustrasi SPAM

ilustrasi SPAM

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening menyiapkan hadiah sebesar Rp 2 juta bagi pelapor tindakan pemasangan pipa tak resmi yang dilakukan oknum petugas PDAM.


Upaya ini dilakukan demi meminimalisir praktik ilegal conection jaringan pipa air bersih.

“Warga yang menemukan oknum petugas PDAM yang tepergok tengah memasang pipa tak resmi di rumah makan atau tempat niaga lainnya, akan kami beri hadiah,” ujar Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sony Salimi, Jumat (12/2).

PDAM juga menyiapkan Rp 200 ribu bagi pelapor yang menemukan oknum tengah memasang di perumahan atau skala rumah tangga. Warga yang melaporkan, lanjut Sonny, harus mencantumkan alamat, nama lengkap dan foto lokasi, agar mudah diferivikasi dan investigasi.

“Warga bisa menyampaikan laporannya, melaui sambungan telpon atau whatapps ke no 08112223567, keamanan pelapor sendiri akan dijaga baik oleh PDAM,” papar Sonny.

Sonny mengakui, pemberian hadiah itu baru dilaunching awal minggu ini sehingga ia belum bisa menyampaikan berapa banyak laporan ilegal conection tersebut.

Selain itu, Sonny mengingatkan, agar masyarakat tidak tergoda untuk pindah saluran. Karena itu juga merupakan salah satu tindakan ilegal.

“Kami juga akan memberikan hadian Rp 2juta, untuk warga yang melaporkan adanya tindakan ilegal ini,” jelasnya.

Sementara, karena banyak mendapat keluhan dari pelanggan mengenai jadwal air yang mengalir, PDAM akan membuat jadwal aliran air agar lebih jelas.

“Jadi nanti akan kita sosialisasikan, jam berapa saja air akan mengalir ke masyarakat. Sehingga masyarakat tidak menanti-nanti,” tutur Sonny.

Menurut Sonny, masyarakat nantinya harus menandatangani pemberitahuan jadwal aliran air, untuk membuktikan masyarakat tahu jadwal tersebut.

“Sebenarnya masyarakat tahu, bahwa ada penggiliran aliran air. Mereka hanya butuh kepastiannya saja, jam berapa air akan mengalir,” tegasnya.

Sonny menginformasikan, jika air yang sampai ke masyarakat, bisa jadi tidak sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Karena, terkendala jarak, dan mungkin ada pihak-pihak yang mencuri sambungan air.

“Misalnya, kalau di jadwal, air akan mengalir pukul 16.00, bisa jadi sampai ke rumah warga pukul 18.00. Karena ada beberapa kendala,” terangnya.

Untuk membuat aliran air mengalir 24 jam, PDAM membutuhkan dana sekitar Rp 2,3 triliun. Itu belum termasuk untuk kebutuhn penyediaan air baku, seperti pengadaan danau atau embung.

“Dana itu, hanya untuk menambah sambungan baru kepada warga saja,” pungkasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds