Ketahuan Jadi Polisi Gadungan, Pria Ini Gagal Menikahi Calon Istrinya

Kapolres Bandung memperlihatkan seragam polisi gadungan.

Kapolres Bandung memperlihatkan seragam polisi gadungan.

POJOKBANDUNG.com, CILEUNYI– Niat AF (26) untuk menikahi perempuan pujaan hatinya buyar. Soalnya, AF keburu ditangkap Satreskrim Polsek Cileunyi gara-gara kedoknya sebagai polisi gadungan terbongkar. AF selama ini mengaku anggota Polantas di polres Bandung.


Kapolres Bandung, AKBP Erwin Kurniawan mengatakan, penangkapan AF (26) sang polisi gadungan warga Kampung Paratag, Desa Mlatiwangi. Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung bermula dari laporan Ro (46) dan Ra (20) warga Kampung Sekeburuy, Kelurahan Pasirwangi Kecamatan Ujungberung Kota Bandung.

“Awalnya ada pengaduan dari Ra dan orang tuanya bernama Ro kepada Polsek Cileunyi. Yang bersangkutan merasa curiga dengan AF yang mengaku sebagai angota satlantas Polres Bandung berpangkat brigadir,” ujar Erwin, Jumat (12/2).

AF sendiri, kata Erwin merupakan pacar Ra, yang berpacaran sejak Agustus 2015. Selama itu, AF yang mengaku sebagai anggota polisi sering meminta berbagai barang milik Ra seperti Laptop, handphone dan tablet.

“Total barang yang sudah diminta oleh AF milik Ra senilai Rp 26 juta. Orang tuanya memang curiga karena anggota polisi tapi sering meminta barang, makanya melapor ke Polsek Cileunyi,” ujarnya.

Selain itu, kecurigaan orang tua Ra semakin besar, karena setiap kali ditanya tempat bertugas, AF selalu terlihat kaku. Setelah ada laporan, Satreskrim Polsek Cileunyi kemudian menangkap AF di kediamannya.

Dari rumah tersangka, Polisi menemukan berbagai barang seperti barang-barang milik Ra dan seragam polisi yang biasa digunakan oleh AF ketika apel ke rumah Ra.

“Ada keanehan juga dari seragam yang ditemukan di rumah AF. Dia mengaku sebagai anggota satlantas, tapi bajunya berlambang samapta. Bajunya samapta, tapi sabuknya lantas,”ungkapnya.

Dari pengakuan, AF membeli seragam polisi di kawasan Kosambi Kota Bandung. Oleh sebab itu, Erwin meminta supaya para pemilik toko penjual atribut TNI-Polri untuk tidak menjual barang dagangannya kepada sembarang orang.

“Menjadi suatu permasalahan menjual perlengkapan TNI Polri kepada semmua orang. Kami meminta kepada pemilik toko untuk selektif menjual dagangannya, yang membeli harus memperlihatkan kartu anggota,” tegasnya.

AF sendiri mengaku menjadi polisi gadungan dengan harapan Ra terpikat, terlebih ayah Ra merupakan seorang anggota TNI AD.

“Untuk memikat dia (Ra) dan ternyata berhasil,” ujar AF.

Bahkan, mereka sudah berencana menikah September mendatang, sampai akhirnya kedoknya sebagai polisi gadungan terbongkar.

Selain itu, AF juga mengaku sangat ingin menjadi polisi. Bahkan, dia pernah mengkikuti tes di Garut, namun tidak lulus.

“Pernah dua kali ikut test, tapi tidak pernah lulus,”katanya.

Atas perbuatannya, AF terancam KUHPidana pasal 738 dengan ancaman kurungan penjara paling lama empat tahun. (mld)

Loading...

loading...

Feeds