Puluhan Ormas Islam di Jabar Kecam LGBT

ilustrasi

ilustrasi

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Penyebaran paham lesbian gay biseksual transgender mendapat kecaman keras dari puluhan organisasi keIslaman di Jawa Barat. Ormas gabungan ini berasal dari 33 organisasi Islam seperti Dewan Da’wah Islamiyah, Forum Ulama Umat Indonesia, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, serta elemen pemuda dan mahasiswa lainnya.

Mereka menggelar aksi damai di sejumlah daerah di Kota Bandung seperti di depan Gedung Sate, DPRD Jabar, dan kawasan Jalan Merdeka. Koordinator aksi, Muhammad Abdul Hadi, mengatakan, pihaknya menentang keras penyebaran paham tersebut.

“Kami mengecam dan menyatakan perlawanan pada pihak yang secara terang-terangan jadi agen LGBT,” kata Hadi di sela-sela aksinya, kemarin. Menurut dia, pihaknya sengaja melakukan longmarch untuk mengajak semua masyarakat agar menolak LGBT.

Dia menjelaskan, persoalan ini merupakan masalah yang serius karena menyangkut masa depan bangsa dan generasi muda. “Kami ingin mengajak para pimpinan pemerintahan untuk menyadari bahayanya LGBT,” katanya.

Dia menambahkan, target aksinya ini untuk mendorong negara agar bersikap tegas atas maraknya LGBT ini. Menurutnya, paham LGBT ini merupakan penyakit akut yang sudah lama terjadi.

“Dalam sejarah umat Islam, di zaman nabi Luth sampai sekarang, LGBT sudah ada. Namun, saat ini seperti ada kekuatan politik untuk mendorong dan memicu mereka kembali dengan isu HAM‬,” katanya.

Pihaknya pun mengaku khawatir akan adanya respons dari beberapa politisi yang kemudian melegalkan paham tersebut. “Satu rancangan undang-undang dari sisi konstitusional. Ini yang kami tidak habis pikir ,” katanya.

Padahal, kata dia, keberadaan LGBT tersebut menyimpang, dan komunitas mereka melanggar UUD 45 dan Pancasila. “Ini melanggar konstitusi negara. Kami menuntut negara memberi perlindungan kepada anak muda bangsa. Ini kan penyakit menular,” katanya.

Ketua Umum Pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Jabar Bahrul Hayat mengatakan, pihaknya mendukung Mendikbud dan Menteri Agama yang menyatakan gerakan menyimpang LGBT merupakan demoralisasi yang menghancurkan dunia pendidikan dan keagamaan berbangsa dan bernegara. “Kami mendukung dan mendorong upaya judicial review terhadap undang-undang tentang KUHP yang menempatkan perilaku LGBT sebagai tindakan kriminal dalam delik perzinahan,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds