Gelapkan Rp 61 Miliar, Mantan Bos Perusahaan Asuransi Dituntut 5 Tahun Penjara

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Kepala Cabang Bandung PT Amanah Finance, Muhammad Akhmad alias Mumu (37), dituntut lima tahun hukuman penjara lantaran terbukti telah melakukan penggelapan uang perusahaan sebesar Rp 61 miliar. Aksi terdakwa dilakukan bersama-sama empat rekannya, sejak 2011 hingga 2014.


Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung juga menuntut empat terdakwa yakni Yossa Malkis Ibrahim (38) dituntut 5 tahun penjara, Wawan Kurniawan (38) dan Lukman Hakim (37) dituntut masing-masing 4 tahun penjara, serta terdakwa Sarah Doria Thyssen (39) dituntut hukuman 2 tahun penjara.

“Para terdakwa bersalah melakukan penggelapan dan melanggar pasal 374 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHPidana sebagaimana dakwaan alternatif pertama primair,”kata JPU Sarifuddin dalam sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (11/2).

JPU Sarifuddin memaparkan, perbuatan para terdakwa dilakukan sejak 2011 hingga 2014. Modus yang dilakukan oleh para terdakwa yaitu membuat pengajuan aplikasi fiktif dengan sumber data dari aplikasi yang pernah ditolak.

Pengajuan itu berawal dari hutang terdakwa Mumu sebesar Rp 200 juta yang berasal dari angsuran nasabah yang digunakan untuk biaya entertain karyawan PT Amanah Finance dari Makassar.

“Terdakwa Mumu kemudian memiliki ide mengajukan aplikasi fiktif untuk menutupi hutang tersebut. Ia lalu mengajak empat terdakwa lainnya untuk membantu menjalankan ide itu,” kata JPU.

Tak cuma itu, terdakwa Mumu juga memerintahkan tiga karyawan lainnya untuk ikut membantu. Mereka yaitu Dian Rahmat Kodar, Fauzi Fachmi dan Dempa Saud. Saat ini yang membantu untuk menginput data-data fiktif serta melakukan pengecekan. Ketiga orang ini hingga kini masih diburu polisi.

Setelah semua data dikumpulkan, Mumuh selaku Kepala Cabang Bandung PT Amanah Finance akhirnya mengajukan kepada kantor pusat. Selanjutnya, kantor pusat mengabulkan permohonan dan mencairkan uang sebesar Rp 30 miliar. Pembayaran itu dilakukan untuk 187 nasabah fiktif.

Secara berturut-turut, PT Amanah Finance kantor pusat kembali mencairkan uang sebesar Rp 26 miliar untuk 152 nasabah fiktif. Kemudian mencairkan kembali uang Rp 4,3 miliar untuk 24 nasabah fiktif. Semua uang itu kemudian ditransferkan kembali ke rekening-rekening para terdakwa.

Para terdakwa, lanjut JPU, tanpa seizin dan sepengetahuan dari PT Amanah Finance kantor pusat, menggunakan uang untuk kepentingan pribadi. Masing-masing terdakwa membeli rumah, mobil hingga motor Harley Davidson.

Bahkan terdakwa Yossa, menggunakan uang hasil dari pengajuan aplikasi fiktif itu telah mempergunakannya untuk keperluan bisnis. Ia membuka unit usaha BMT Simpan Pinjam, usaha sekolah DJ, usaha Cendana, usaha Global hingga membuka tempat karoke Athena di Jalan Tamblong, Kota Bandung, yang semuanya kini telah disegel kejaksaan.

“Akibat perbuatan para terdakwa selama tahun 2011 hingga 2014 itu, PT Amanah Finance mengalami kerugian hingga Rp 61 miliar,” pungkas JPU.(cr2)

Loading...

loading...

Feeds

Habib Rizieq Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com,JAKARTA– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab minta maaf karena beberapa waktu lalu dirinya membuat kerumunan massa …

Libur Natal-Tahun Baru Dipangkas 3 Hari

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA– Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) akhirnya jadi dipangkas. Pemerintah memutuskan mengurangi jatah libur Nataru selama …

Viral Azan Serukan Jihad

POJOKBANDUNG,com, BANDUNG – Aksi sekelompok orang yang mengumandangkan azan pada beberapa tempat viral di media sosial (medsos). Namun, dari panggilan …