Ngeri… Dua Rumah Amblas, Lima Rumah Lainnya Rusak Berat di Citatah

Bencana tanah retak akibatkan sejumlah rumah di Citatah KBB, amblas.

Bencana tanah retak akibatkan sejumlah rumah di Citatah KBB, amblas.

POJOKBANDUNG.com, KBB–Dua rumah ambruk sementara lima rumah lainnya rusak berat akibat adanya pergerakan tanah saat hujan deras di jalan Raya Cipatat-Cianjur tepatnya di Kampung Tagog Munding RT 02/08 Desa Citatah Kecamatan Citatah Kabupaten Bandung Barat(KBB) pada Selasa (09/02) sore. Tidak ada korban jiwa, namun tujuh kepala keluarga dengan 29 jiwa terpaksa diungsikan ketempat yang lebih aman.


Dari pantauan di lokasi, akibat kejadian itu, dua rumah telah rata dengan tanah, sementara lima rumah lainnya mengalami kerusakan berat dengan sejumlah retakan di beberapa bagian bangunan rumah. Menurut informasi, para pemilik rumah mengungsi ke tempat saudara-saudaranya yang tidak jauh dari rumahnya. Sementara untuk ketujuh rumah yang terkena dampak telah dipasangi garis polisi untuk mengantisipasi adanya korban jika terjadi pergeseran tanah susulan.

Kondisi tanah di lokasi kejadian tampak amblas. Ketujuh rumah yang terkena dampak, pada bagian depannya menempel ke marka jalan sementara pada bagian belakangnya langsung berhadapan dengan sebuah lereng kaki dengan kemiringan lebih dari 45 derajat. Akibat pergerakan tanah tersebut, juga mengancam terputusnya jalan Nasional yang menghubungkan Bandung-Cianjur-Sukabumi-Jakarta ataupun sebaliknya.

Alan Triana, 25, pemilik rumah semi permanen yang ambruk, menuturkan, dirinya merasakan adanya pergerakan tanah sekitar pukul 14.00 WIB tepat saat hujan sedang deras-derasnya. Mengetahui hal itu, dirinya langsung mengungsikan istri dan seorang anaknya ke rumah orang tuanya yang tidak jauh dari rumahnya tersebut.

“Rumah saya kaya bergerak-gerak, saya saat itu juga langsung menyuruh istri saya pindah ke rumah orang tua saya,” kata Alan kepada sejumlah wartawan di Jl. Raya Citatah, Kecamatan Cipatat, Rabu (10/2/2016).

Mengetahui ada gejala rumahnya akan ambruk, dia pun sedapat mungkin langsung menyelamatkan sejumlah barang berharga yang dibantu oleh tetangganya. Dirinya baru menyaksikan rumahnya benar-benar ambruk sekitar pukul 16.00 WIB saat hujan sedang deras-derasnya. Bahkan diakuinya, ada sebagian barang yang tidak terselamatkan yang terpaksa harus ia relakan ikut tertimbun bersama rumahnya.

“Saya tidak bisa apa-apa, saya hanya bisa melihat rumah saya ambruk pas hujan lagi besar-besarnya, lemari dan kursi saya biarkan ikut tertimbun,” ujarnya.

Akibat peristiwa itu, dia bersama istri dan seorang anaknya, kini terpaksa harus tinggal bersama kedua orangtuanya yang tidak jauh dari rumahnya yang telah rata dengan tanah. Meski telah terjadi musibah itu, dia mengaku ingin tetap membangun rumahnya kembali jika kondisi tanahnya memungkinkan. “Ya kalau tanahnya memungkinkan saya ingin kembali membangunan rumah saya,” ujarnya.

Sementara dua bangunan berupa warung milik Ernawati (43) ambruk ke jurang sedalam 15 meter, sedangkan yang retak-retak masing-masing milik Alang Triana, Ande, Nana, Triyono, dan A. Kosasih. Pantauan di lokasi bencana, bangunan rumah yang ambles ke dasar jurang merupakan garasi dan warung kosong yang sebelumnya disewakan kepada pedagang burung berkicau.

Police line dipasang memanjang mulai dari ujung rumah milik Ernawati sampai A.Kosasih. Terjadi retakan tanah yang cukup lebar dan panjang. Beberapa petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, TNI, dan Polisi disiagakan di lokasi kejadian. Beberapa orang warga yang mencoba melihat bangunan yang rusak sampai melewati batas police line mendapat peringatan petugas.

Menrut keterangan Ernawati, hujan deras mulai turun sekitar pukul 14.30 WIB. Tak adanya drainase atau saluran air di samping badan jalan negara itu membuat air mengalir ke halaman warung yang juga sebagian dijadikan rumah tinggal. Diduga air hujan itu membuat tanah di bibir jurang terkikis. Sekitar pukul 15.00 WIB dua bangunan rumah milik Ernawati terlihat menurun. Ernwati yang bersama suaminya meilihat dari rumah lainnya yang berada di seberang jalan.

“Sekitar pukul 17.00 WIB terdengar seperti ada yang patah, saya langsung melihat rumah saya yang berada di seberang jalan. Tak lama berselang garasi dan warung milik saya amblas ke dasar jurang,” tutur Ernawati.

Bangunan berupa garasi dan warung itu hancur berantakan. Atap bangunannya jadi rata dengan badan Jln Raya Citata. Beruntung pada saat kejadian tidak ada seorangpun berada di garasi dan warung. Retakan tanah itu kemudian merembet ke bangunan lain yang sejajar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Roni Yusdiana mengatakan, kejadian ambruknya dua rumah dengan lima rumah lainnya mengalami kerusakan berat akibat adanya pergerakan tanah yang dipicu oleh hujan deras yang terus mengguyur dari pukul 14.00 sampai 17.00 WIB pada Selasa (09/02) sore.

Akibat pegerakan tanah di lokasi kejadian, kata Roni, menyebabkan tujuh rumah dengan dua rumah diantaranya ambruk, sementara lima lainnya rusak berat tidak dapat dihuni kembali. “Tujuh KK tidak bisa menempati rumahnya kembali dan sudah kami ungsikan ke tempat yang lebih aman ke saudara-saudara terkdekatnya,” katanya.

Dalam waktu dekat, kata Roni, pihaknya akan menghubungi instansi terkait untuk dilakukan pemeriksaan secara teknis di kawasan terkena dampak. Mengingat, areal yang terkena dampak cukup luas dan lokasinya tepat berada dipinggir jalan Raya Cipatat-Cianjur yang merupakan jalan penghubung antar Kota. Jika pergerakan tanah lebih besar terjadi lagi maka dapat memutus akses jalan tersebut.

“Kami secepatnya akan menghubungi instansi terkait untuk kajian secara geologi karena kejadiannya dipinggir jalan, kalau pergerakan tanah lebih besar bisa berdampak lebih besar lagi, bisa memutus akses jalan,” terangnya.

Dia mengatakan, pihaknya telah menetapkan status siaga bencana untuk Januari hingga April di wilayah KBB yang banyak terdapat kemungkinan titik longsor. Dari 16 kecamatan, kata dia, titik longsor terbanyak berada di bagian selatan KBB seperti, di daerah Rongga, Cililin dna Gunung Halu.Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada warga agar selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana.

“Warga yang berada di titik-titik bencana diharapkan selalu waspada memasuki musim penghujan ini,” pungkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Rizieq Syihab Terancam Pidana

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab telah meninggalkan Rumah Sakit (RS) Ummi di Kota Bogor, Sabtu (28/11).