DPRD Kota Bandung Tolak Sistem Jalan Berbayar

Kawasan menuju gerbang tol Pasteur

Kawasan menuju gerbang tol Pasteur

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Panitia khusus (Pansus) 10 DPRD Kota Bandung menolak diberlakukannya sistem jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) di Kota Bandung.

Hal itu diungkapkan Ketua Pansus 10 DPRD Kota Banung Entang Suryaman.

“Berdasarkan hasil rapat pansus, dan konsultasi dengan berbagai pihak, kami nyatakan menolak diberlakukannya sistem ERP di Kota Bandung,” ujar Entang kepada wartawan, Rabu (10/9).

Entang menerangkan, berdasarkan ketentuan yang tertera dalam PP No 97 tahun 2012 tentang retribusi pengendalian lalulintas, bahwa untuk melaksanakan sistem ERP, harus memenuhi beberapa syarat.

Diantaranya adalah, adanya angkutan transportsi massa yang memadai dan memenuhi standar minimal angkutan massal berbasis jalan.

“Sementara, kondisi trnsportasi massal di Kota Bandung sekarang masih belum memadai. Salah satu indikasinya, masyarakat masih belum mau beralih dari mobil pribadi ke angkutan umum,” terangnya.

Selain itu, seharusnya, dalam draft raperda mencantumkan ruas jalan mana saja yang akan diberlakukan sistem ERP.

“Sedangkan dalam draft yang diajukan eksekutif, tidak disebutkan nama-nama jalan yang akan diberlakukn sistem tersebut,” terangnya.

Karenanya, lanjut Entang, pihaknya memilih untuk menolak menyetujui usulan tersebut.

“Yang jelas Kota Banung belum siap,” tegas Entang.

Sementara, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, belum disetujuinya sistem electronic raod pricing (ERP) oleh DPRD Kota Bandung lantaran jalan yang dimaksud, merupakan jalan provinsi.

Penerapan sistem ERP, awalnya akan diberlakukan di ruas Jalan Pasteur yang merupakan jalan milik nasional. Diterapkannya sistem ini, awalnya bermaksud untuk mengurai kemcetan di jalan Pasteur.

“Banyak sekali orang yang pengen lewat jalan Pasteur, pdahal macetnya bukan main. Kalau sudah macet, ngomel-ngomel, ” kelakar Ridwan Kamil.

Kalau ingin memindahkan sistem ini ke jalur lain, lanjut Ridwan Kamil, harus dikaji dulu, jalur mana yang kira-kira membutuhkan sistem ini.

“Kalau jalan lain, kita kan belum tahu penyakitnya apa,” tegasnya.

Untuk sementara, kata Ridwan Kamil, solusi kemacetan di kawasan Psteur adalah cable car dan LRT. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

L300 Memang Andalan Pengusaha

Animo pengusaha memakai L300 sebagai kendaraan operasional terbukti tetap tinggi.Hal tersebut terbukti pada acara Gebyar Wirausaha Mitsubishi

Universitas Islam Bandung Lantik 1.359 Lulusan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Universitas Islam Bandung (Unisba) menyelenggarakan prosesi wisuda untuk 1.359 sarjana, magister dan doktor. Pelantikan Gelombang 2 Tahun …
pandu

Subang, Kuasai Dunia dengan Pandu Digital

POJOKBANDUNG.com, SUBANG- Kementerian Komunikasi dan Informasi mengelar Seminar Nasional dan Lokakarya Pembentukan Pandu Digital Kabupaten Subang, bertempat di Aula Pemkab …
dinkes

Dinkes Bandung Utamakan Kualitas Puskesmas

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung lebih mementingkan kualitas dibandingkan kuantitas Puskesmas. “Untuk kondisi sekarang, yang penting bagi …
kua

Penandatanganan KUA-PPAS Percepat Pembangunan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama DPRD Jabar, menandatangani Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) …
rahmat

Berkas Kasus Rahmat Baiquni Masih Diproses

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat belum melimpahkan berkas Rahmat Baiquni, tersangka penyebar kabar bohong atau hoaks, petugas …
spn

SPN 2019 Beri Pengalaman untuk Anak Dayak

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG -27 siswa asal Kalimantan Timur mendapat kesempatan mengenal Provinsi Jawa Barat lebih dekat. Para siswa diberi beragam pengalaman …
sukabumi

Pick-Up Colt L300 Dominasi Sukabumi

POJOKBANDUNG.com, PT SRIKANDI Diamond Cemerlang Motors dealer Mitsubishi Wilayah Sukabumi, didukung PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Distributor …