Gilas Mumuh Hingga Tewas, Deny Dihukum 11 Tahun Penjara

ilustrasi

ilustrasi

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Deny Irawan seorang pelaku penganiayaan hingga menyebabkan tewasnya Muhammad Kurnia alias Mumuh (44),  dijerat hukuman 11 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung setelah terbukti bersalah, Selasa (9/2/2016).

Dua terdakwa lainnya, Geri Yolanda dan Tendi Sutendi, dijatuhi hukuman lebih ringan yakni 9 tahun penjara.

Hal itu terungkap dalam sidang dengan agenda putusan yang digelar di ruang sidang III PN Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Selasa (9/2/2016). Hakim ketua Djoko Indiarto menyatakan ketiga terdakwa bersalah melanggar pasal 170 ayat 2 ke-3 KUH Pidana.

“Menyatakan terdakwa Deny Irawan terbukti bersalah dan menghukum dengan pidana penjara selama 11 tahun penjara. Terdakwa Geri Yolanda dan Tendi Sutendi dihukum dengan pidana penjara selama 9 tahun,” tutur hakim Djoko saat membacakan amar putusannya.

Hakim menyatakan, hal yang memberatkan sebagai bahan pertimbangan, perbuatan para terdakwa telah menyebabkan seseorang meninggal dunia dan perbuatan terdakwa tergolong sadis. Perbuatan terdakwa juga meresahkan masyarakat.

Sementara hal meringankan, terdakwa menyesali perbuatan, berjanji tak akan mengulangi, bersikap sopan, tidak berbelit-belit, memudahkan jalannya persidangan, belum pernah dihukum dan memiliki tanggungan keluarga.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim itu lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung. Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Deny dengan hukuman 12 tahun penjara dan dua terdakwa lain, Geri serta Tendi dengan hukuman 10 tahun penjara.

Atas vonis yang dijatuhkan hakim, ketiga terdakwa menyatakan pikir-pikir. Mereka diberi waktu selama tujuh hari untuk menentukan sikap. Hal sama juga dinyatakan oleh JPU Melur yang memilih pikir-pikir.

Dalam paparannya, hakim menerangkan ketiga terdakwa merupakan pelaku pengeroyokan hingga menyebabkan tewasnya Mumuh. Tubuh Mumuh ditemukan tergeletak di depan panti pijat The Premium Spa, Jalan Pungkur, Kec. Regol, Kota Bandung, Rabu, 12 Agustus 2015 lalu.

Peristiwa berawal dari aksi korban melakukan ‘penilangan’ kepada Deni Julianto dan Leo Ginaldi di Jalan Lengkong Besar. Deni dan Leo tak percaya jika korban adalah anggota polisi. Keduanya lalu memberitahu kepada teman-temannya, Kakang (tewas ditembak polisi  saat akan ditangkap), Tendi Sutendi dan Kalay (DPO).

Mereka kemudian mendatangi korban di Jalan Lengkong Besar. Tak lama kemudian datang terdakwa Geri dan Akuy (DPO). Mereka langsung menabrak korban di bagian kaki. Mereka pun lalu memukuli korban dan membawanya ke Jalan Pungkur. Di depan Spa Premium, mereka membanting tubuh korban sampai terjatuh.

Para pelaku kemudian memukuli, menendang, membanting, menyeret serta menggilas korban dengan menggunakan sepeda motor. Terdakwa Geri memukul, menendang serta memeriksa saku celana dan saku jaket korban. Sementara terdakwa Deny berperan memukul korban dengan menggunakan batu, menendang serta menggilas kepala korban dengan sepeda motor.

Terdakwa Tendi kemudian memukul korban dengan menggunakan helm dan menendang korban. Sedangkan Kakang berperan memukuli korban, membanting dan menyeret korban. Atas tindakan para pelaku, korban pun menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian. Saat ditemukan tak bernyawa, korban Mumuh menggunakan stelan bergaya polisi dengan jaket bertuliskan police, dan kaos seperti dari Satlantas Polrestabes Bandung.

Penangkapan para tersangka dilakukan oleh anggota Satreskrim Polrestabes Bandung dan Unit Reskrim Polsekta Regol. Pelaku yang terpaksa ditembak mati yaitu Kakang. Ia tewas saat akan ditangkap di Jalan Peta, Kota Bandung.

Penangkapan para terdakwa berlangsung secara bertahap. Geri tertangkap pada 21 Agustus 2015 dan dilanjutkan dengan penangkapan Deny pada 23 Agustus. Sedangkan Tendi dibekuk pada 30 Agustus.
Dari penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti saat di TKP berupa batu bata, pisau, sepeda motor saat mengeksekusi korban.(cr2)

Loading...

loading...

Feeds

Ajak Masyarakat Pelihara Budaya Sunda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendukung penuh program “Saur Sepuh” yang diinisiasi oleh PGRI Kota …

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …