Dinkes Cimahi Waspadai Virus Zika

virus zika

virus zika

 


POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Meski belum mendapat laporan adanya kasus virus Zika, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap virus yang bisa menyebabkan kecacatan pada janin.

Penularan virus Zika sama seperti virus demam berdarah dengue (DBD) yakni melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Sehingga penanganannya pun sama persis seperti memberantas DBD.

Demikian disampaikan Kepala Dinkes Kota Cimahi Pratiwi didampingi Sekretaris Dinkes Kota Cimahi Fitri Manan saat ditemui di ruang kerjanya Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusuma, belum lama ini.

“Tetap tingkatkan kewaspadaan dan antisipasi agar penyakit ini tidak ada, khusunya di Cimahi,” ujarnya.

Karena penularannya sama dengan DBD, ia mengimbau masyarakat rutin melaksanakan kegiatan 3M, yakni menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air.

Selain itu, memberikan obat anti nyamuk abate pada bak penampungan air. Ia menerangkan, yang terpenting adalah membasmi nyamuk Aedes aegypti sehingga virus tidak akan tertular ke manusia.

Dia menambahkan, jika pola penyakit infeksi virus Dengue penderita akan merasakan demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit badan, punggung dan kaki, serta nyeri otot dan sendi.

Sedangkan penderita virus zika mengalami mata merah karena mengalami radang konjungtiva atau konjungtivitis disertai sakit kepala. “Virus Zika juga tidak menyebabkan penurunan kadar trombosit,” ujarnya.

Masa inkubasi hampir mirip dengan infeksi virus Dengue yakni beberapa hari sampai satu minggu. “Kalau sekilas hampir mirip virus Dengue sehingga adanya infeksi ini sering tidak terdeteksi karena umumnya gejalanya ringan,” imbuhnya.

Meski virus ini tidak menyebabkan kematian. Namun ia tegaskan, perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Sebab jika terkena virus ini, jabang bayi akan mengalami ketidaksempurnaan tubuh.

“Ibu-ibu yang terinfeksi oleh virus ini saat hamil bisa melahirkan bayi dengan kelainan kepala yakni kepala berukuran kecil, sehingga perkembangan otaknya menjadi terganggu,” terangnya.

Saat ini, virus Zika tengah merebak di Benua Amerika maupun Eropa. Di di Indonesia, kata Pratiwi, virus zika ini ditemukan di Jambi. Sebetulnya virus ini sudah lama, namun tingkat kematiannya tidak tinggi, berbeda dengan DBD yang angka kematiannya cukup tinggi.

“Karena dampak penyakit ini berbahaya, maka kita harus dapat menjaga daya tahan tubuh dan memperhatikan lingkungan sekitar,” pungkasnya.(bbb)

Loading...

loading...

Feeds