Komisi V Imbau Pemerintah Monitor Eks Gafatar

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Keberadaan anggota kelompok aliran sesat seakan sulit dihilangkan dari lingkungan masyarakat. Eksistensi dan aktifitasnya terus terjadi selama adanya paham-paham yang mereka yakini.

Oleh karena itu, peran pemerintah beserta seluruh pihak terkait lainnya sangat penting untuk mengantisipasi perkembangan kelompok aliran sesat tersebut. Sebagai contoh, Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Syamsul Bachri mengimbau pemerintah agar terus memantai keberadaan mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Meski baru-baru ini aktifitas mereka berhasil dihentikan, namun bukan berarti paham dan keyakinan mereka bisa dihilangkan begitu saja. Terlebih, saat ini banyak mantan anggota Gafatar asal Jabar yang kembali dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

“Pemerintah harus tetap memantau keberadaan mantan pengikut Gafatar,” kata Syamsul di Bandung, Senin (8/2). Menurut Syamsul, pemerintah kabupaten/kota dibantu Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia di masing-masing tempat diharapkan bisa terus memantau perkembangan mereka.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa mereka benar-benar kembali dan mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku di Tanah Air. “Untuk memastikan mereka tidak kembali ikut Gafatar lagi,” katanya.

Lebih lanjut dia katakan, beberapa waktu lalu Komisi V dan pimpinan DPRD Jabar mengunjungi beberapa penampungan mantan pengikut Gafatar. Penampungan tersebut disediakan Dinas Sosial Jabar yang salah satunya berada di Kota Cimahi.

Tidak hanya itu, DPRD Jabar pun melakukan sejumlah pembahasan untuk merumuskan langkah-langkah terkait penanganan persoalan Gafatar ini. Syamsul menambahkan, DPRD Jabar menyetujui usulan Pemerintah Provinsi Jabar yang berencana menjadikan mantan anggota Gafatar sebagai bagian program transmigrasi.

Terlebih, kata Syamsul, sebagai besar mantan anggota Gafatar pun memang menginginkan untuk transmigrasi. “Dari hasil kunjungan kemarin, petugas dinsos menyatakan memang sebagian dari mereka ingin transmigrasi. Kalau memang ini menjadi langkah yang terbaik buat mereka, kami setuju saja,” katanya.

Selain itu, Syamsu pun mengingatkan masyarakat agar mau menerima keberadaan mantan anggota Gafatar di tengah-tengah kehidupan. Syamsul meminta warga tidak perlu takut, khawatir, dan resah tentang keberadaan mantan pengikut Gafatar setelah dipulangkan kembali.

“Saya menyarankan warga setempat bisa menerima mereka dengan baik sebagai bagian dari sesama saudara kita. Katakan kemarin mereka sudah melakukan penyimpangan, tapi tetap bagaimana pun mereka adalah bagian dari warga negara ini,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Ajak Masyarakat Pelihara Budaya Sunda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendukung penuh program “Saur Sepuh” yang diinisiasi oleh PGRI Kota …

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …