Soal Isu PHK Massal, Ini Pesan Wagub Jabar

Wagub Jabar Deddy Mizwar

Wagub Jabar Deddy Mizwar

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta semua pihak untuk tidak terlalu reaktif terkait adanya isu pemutusan hubungan kerja massal di sejumlah perusahaan. Deddy mengaku, hingga saat ini belum mengetahui secara pasti perihal isu tersebut.

Sebagai contoh, Deddy meminta masyarakat jangan dulu percaya isu yang menyebut salah satu perusahaan elektronik di kawasan industri Bekasi akan tutup. Justru, Deddy meyakini perusahaan itu akan tetap eksis dan tidak akan sampai menutup usahanya di Indonesia.

“Jadi jangan bereaksi dulu simpang siurnya,” kata Deddy, di Bandung, Jumat (5/2). Seperti diketahui, saat ini semua pihak tengah waspada terhadap ancaman gelombang PHK di kawasan industri Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Hal ini karena dua perusahaan elektronik yakni Panasonic dan Toshiba menutup tiga pabriknya di Indonesia dalam kurun waktu Januari-Maret. Ini berdampak pada 2.500 karyawan yang dipastikan menjadi korban PHK.

Namun, menurut Deddy, penutupan pabrik di lokasi tersebut karena adanya penyatuan tiga unit usaha milik Panasonic. Deddy menambahkan, kalaupun terjadi PHK, itu merupakan konsekuensi yang harus diambil.

Namun, Deddy memastikan itu bukanlah PHK massal. “Merger tadi memang beresiko ada PHK. Negara mana yang tidak ada PHK. Biasa-biasa saja, sama dimana-mana,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar Ferry Sofwan berharap, pemutusan kontrak yang dilakukan dua produsen elektronik asal Jepang tersebut tidak menambah angka pengangguran di Jabar. Saat ini, angka pengangguran terbuka masih berkisar delapan persen.

“Mereka (Panasonic dan Toshiba) tidak hengkang ke luar, ini hanya perubahan manajemen saja,” ucapnya. Dia menuturkan, para pekerja yang terkena PHK tidak perlu berkecil hati.

Sebab, para pekerja tersebut masih bisa mencari pekerjaan di perusahaan lain dengan bekal pengalaman yang dimiliki. Terlebih, wilayah Bekasi menjadi salah satu pusat industri di Jabar dengan jumlah perusahaan mencapai 4.000 dari total 30.000 perusahaan yang ada di seluruh Jabar.

“Yang di-PHK bisa melamar ke pabrik elektronik yang lain, di kawasan tersebut ada Samsung dan LG,” ucapnya. Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada para pekerja yang terkena PHK agar memanfaatkan dana pesangon untuk modal usaha.

Selain itu, mereka juga dapat mengikuti program pencetakan 100.000 wirausaha baru. “Kami siap memberikan pelatihan calon wirausaha kepada para pekerja yang di-PHK,” ucapnya.

Ferry optimistis para pekerja yang di-PHK bisa kembali bekerja mengingat kondisi ekonomi sudah mulai pulih. Ini akan ditunjang dengan pembangunan infrastruktur secara massif di dalam negeri.

Selain itu, banyak investor asing seperti dari Korea Selatan yang semakin yakin dengan situasi kondusif pasca penerbitan Peraturan Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan. Hal ini karena pengusaha asal negeri ginseng tersebut bergerak di sektor padat karya.

“Asosiasi garmen dari Korea merasa lebih terjamin setelah ada PP pengupahan. Pabrik mereka berada di Bogor, Subang, dan Karawang. Kita sudah minta untuk mempertahankan investasi atau mengalihkan ke wilayah timur Jabar yang punya tingkat upah lebih rendah dibandingkan wilayah barat,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds