Bupati Bandung Barat Bakal Polisikan Pencatut Namanya

POJOKBANDUNG.com, SUKAJADI – Kasus penipuan berkedok pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mencatut nama Bupati Bandung Barat Abubakar, dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati palsu sebagai bukti resmi pengangkatan CPNS terus bergulir.


Bupati Bandung Barat, Abubakar memastikan, akan melakukan konsolidasi dengan pihak berwajib untuk mengusut tuntas siapa dalang dibalik aksi penipuan ini.

“Saya nanti akan melakukan konsolidasi dengan penegak hukum untuk mengusut tuntas siapa pelaku aksi penipuan ini, namun sebelumnya saya akan terlebih dulu konsolidasi di tataran internal (Pemkab) untuk membahas masalah itu,” tegas Abubakar.

Terkait adanya komentar dari sejumlah pihak yang meminta dilakukannya pengusutan secara tuntas untuk kasus ini, Abubakar menegaskan, pihaknya tidak mau gegabah dalam menyelesaikan persoalan kasus penipuan yang telah mencatut namanya tersebut.

Karena, menyangkut kasus penipuan dan pencemaran nama baik ini harus jelas secara fakta, artinya, siapa yang melaporkan kasus tersebut dan siapa yang dilaporkannya.

“Saya juga posisinya harus jelas dalam persoalan ini, jika saya nanti sebagai pelapor tentunya kan harus jelas menyangkut dalam pembuatan laporannya, karena harus ada faktanya dulu, siapa yang dilaporkannya, karena tidak mudah jika sudah masuk secara hukum,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Abubakar, pihaknya terlebih dulu akan melakukan konsolidasi dijajaran internal Pemkab Bandung Barat untuk membahas masalah tersebut.

Sebelumnya, sejumlah pihak mendesak Bupati Bandung Barat untuk melakukan pengusutan siapa dalang dibalik aksi penipuan berkedok pengangkatan CPNS dengan disertai SK palsu lengkap dengan tanda tangan bupati dan tandangan tangan dinas beserta capnya tersebut yang pelakunya diduga berasal dari pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

Dalam aksinya, pelaku ini nekad menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati palsu sebagai tanda resmi diangkatnya para korban menjadi CPNS. Para korban ini terlebih dulu harus menyetorkan uang yang besarannya dikisaran Rp 65 juta.

Bahkan, ada beberapa diantara korban yang mengaku sudah menyetorkan uangnya sebesar Rp 120 juta kepada seseorang yang mengaku-ngaku pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Pemkab Bandung Barat. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Gelaran The NextDev, Lanjutkan Inovasi Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel kembali menyelenggarakan The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy tahun 2020. Pengumuman tersebut dilakukan dalam kegiatan …