Dinsos Kab Bandung Bantah Telantarkan Kaum Disabilitas

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, SOREANG– Dinas Sosial Kabupaten Bandung membantah jika pihaknya menelantarkan kaum disabilitas seperti yang terjadi pada keluarga Rohman warga Cangkuang yang mempunyai dua anak difabel namun tidak diperhatikan pemerintah.


“Mereka (Anak Rohman,red) masuk dalam program tahun ini,”tutur Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Nina Setiana, Rabu (3/2).

Namun, kebanyakan keluaga merasa malu dan cenderung menutup-nutupi jika ada anggota keluarganya yang menyandang disabilitas.

“Harusnya keluarga pro-aktif melaporkan naggota keluarganya yang menjadi disabilitas, biar masuk dalam daftar kami. Masa kami harus blusukan mencari data sendiri,” ujarnya.

Pemerintah sendiri, kata Nina mempunyai program untuk bantuan kepada kaum disabilitas.

“Ada santunan, tapi bagi yang sudah terdaftar di kami. Tiap bulan dikasih, hanya saja pencairannya setiap tiga bulan sekali,” katanya.

Namun, Nina tidak mengetahui besaran santunan yang diberikan kepada kaum disabilitas. Hanya saja, secara umum ada beberapa program bantuan yang disesuaikan dengan kategori disabilitasnya.

“Disablitas kategori berat ada asistensinya, untuk anak-anak disabilitas berat, selain mendapat asistensi juga mendapat tambahan untuk makanannya supaya ada penambahan gizi,”imbuhnya.

Bagi diisabilitas yang mandiri atau masih bisa berkativitas, diberlkan program pelatihan keterampilan supaya tidak tergntung kepada orang lain. Smentara, bagi penyandang disabilitas anak-anak yang dimungkginkan masih bisa sembuh, maka disediakan terapis, selain itu keluarga juga diberikan pelatihan terapis ringan.

Lebih lnjut Nina mengatakan, jumlah disabilitas di Kabupaten Bandung saat ini mencapai 7.000-8.000 orang. Namun, jumlahnya masih dimunkinkan lebih banyak lagi.

“Yang terdata di kami segitu, tapi itu tadi, banyak yang tidak melaporkan ke kami, jadinya tidak terdata dan tidak mendapat bantuan,”tandasnya. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …