Pemprov Jabar Genjot Pembangunan Waduk Cipanas

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggenjot percepatan pembangunan Waduk Cipanas yang akan mengairi wilayah Sumedang dan Indramayu. Saat ini, proyek yang sudah digagas sejak 2004 lalu baru sampai pada pemenuhan dokumen analisis dampak lingkungan.

Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengatakan, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung sedang mengusulkan syarat penetapan lokasi pada Pemprov Jabar. Penetapan lokasi ini penting karena harus ada di tata ruang.

Menurutnya, dari sisi tata ruang Sumedang, proyek yang membutuhkan lahan seluas 1.712 hektar tidak ada masalah karena tiga desa yang menjadi lokasi proyek sudah masuk rencana tata ruang dan tata wilayah. Ini berbeda dengan Indramayu yang belum memasukan waduk tersebut dalam RTRW.

“Saat ini Pj. Bupati sudah ada kesepakatan dengan DPRD. Itu akan masuk ke revisi RTRW Indramayu,” kata Iwa di Gedung Sate, Bandung, Rabu (3/2).

Berbekal kesepakatan tersebut, Pemprov Jabar akan melakukan konsultasi dengan Kementerian Tata Ruang dan Agraria. Nota kesepakatan tersebut bisa dijadikan rujukan untuk memberikan rekomendasi penetapan lokasi.

“Jadi Indramayu sepakat tiga desa itu akan masuk revisi. Kalau ini disetujui, panloknya bisa segera keluar,” katanya.

Pemprov bersama BBWS Cimanuk Cisanggarung gencar melakukan akselerasi karena keberadaan waduk yang fisiknya ditargetkan selesai 2020 ini dibutuhkan. Meski sudah berdiri Waduk Jatigede, ternyata warga Sumedang tidak mendapatkan pasokan air baku.

“Kapasitasnya cukup besar ya, jadi nanti direncanakan bisa irigrasi untuk daerah Sumedang dan Indramayu kurang lebih seluas 10.565 hektare,” katanya. Pembangunan waduk yang membutuhkan anggaran Rp 1,2 triliun itu pada tahun ini dimulai dengan membangun akses jalan ke lokasi sepanjang satu kilometer.

Iwa menyebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah menganggarkan agar akses ini lebih dulu dibangun. Ini penting untuk memudahkan akses material dan orang jika lahan sudah mulai terbebaskan.

“Yang dibebaskan untuk akses sekitar lima hektare,” katanya. Berdasarkan target yang dibuat oleh kementerian, pembebasan pertama untuk lahan daerah genangan sekitar 1.712 hektar.

Adapun pembangunan sarana, bangunan utama bendungan dan pengelang, rumah pembangkit, dan jalan inspeksi seluruhnya seluas kurang lebih 23,94 hektare. “Lalu untuk jalan akses dan perkantoran rencananya lima hektare, lalu green belt 358,51 hektare,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Tri Sasongko membenarkan Waduk Cipanas yang akan mengaliri irigasi di Sumedang dan Indramayu saat ini masih terbentur dengan revisi RTRW Kabupaten Indramayu. Menurutnya, sebanya 30 persen wilayah waduk berada di Indramayu.

Waduk yang membutuhkan lahan 1.800 hektare ini menurutnya tidak akan serumit Jatigede karena hampir 80 persen lebih berada di lahan kehutanan. Menurutnya, jika Pemprov Jabar bisa mempercepat proses revisi RTRW Indramayu, maka proyek yang dibiayai oleh APBN murni ini akan terakselerasi sesuai jadwal. “Dari sisi lahan ini lebih mudah,” singkatnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Indikator Menuju Desa Maju

MAJU desanya, makmur dan sejahtera warganya. Mungkin ini adalah dambaan setiap orang, untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Inilah yang disebut …

Sosok Habib Rizieq di Mata UAS

POJOKBANDUNG.com – Ustadz Abdull Somad (UAS) memberikan pandangannya terhadap sosok Habib Rizieq Shihab. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu …