Bantuan WISMP di Desa Jalancagak Diduga Bermasalah

Pembangunan rumah kompos di Dusun Cidaki, Subang.

Pembangunan rumah kompos di Dusun Cidaki, Subang.

 


POJOKBANDUNG.com, SUBANG– Dana bantuan investasi program WISMP (Water Resources Sector Management Program) senilai Rp 200 juta yang diterima P3A/ GP3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) Mitra Cai Saluyu, Desa Jalancagak Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, diduga bermasalah.

Warga menilai pihak P3A Mitra Cai Saluyu selaku penerima dana bantuan Investasi program WISMP, telah melanggar ketentuan dalam pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan agribisnisnya, terutama dalam pelaksanaan fisik dam administrasi keuangan.

“Apapun nama programnya, sudah seharusnya mereka (P3A Mitra Cai Saluyu) bisa transparan, sesuai dengan usulan kegiatan (proposal). Terutama dalam pelaksanaan fisik dan administrasi keuangan,” kata salah seorang warga Kp Cidaki yang menolak namanya dikorankan, Rabu (3/2).

Mengingat program ini bukan hanya untuk kepentingan golongan atau hanya para anggota P3A semata, melainkan manfatnya untuk para petani di bawah binaan P3A Mitra Cai Saluyu yang berada di Dusun Cidaki.

“Saya sendiri tidak tau berapa total nilai bantuan itu, termasuk nama programnya,” katanya.

Namun, menurut keterangan dari salah seorang anggotanya (anggota P3A Mitra Cai Saluyu), anggaran untuk pembangunan Rumah Kompos tersebut menggunakan dana talangan yang diperoleh dari pinjaman.

”Katanya nilainya sekitar Rp 60 juta,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Jalancagak, Dadang Suhendi. Pihaknya mengaku tidak mengetahui jika salah salah satu Kelompok Tani di wilayahnya menerima bantuan dari pemerintah melalui program WISMP.

”Selama ini kami belum pernah menerima pemberitahuan baik secara lisan maupun tertulis tentang sosialisasi program WISMP, baik dari pihak Kelompok Tani, atau dari Dinas Pertanian. Dengar nama programnya saja, saya sendiri baru dengar sekarang,” ujar Dadang.

Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Jalancagak Nina membenarkan jika P3A Mitra Cai Saluyu Dusun Cidaki Desa Jalancagak, salah satu penerima dana bantuan investasi program WISMP (Water Resources Sector Management Program) senilai Rp 200 juta.

“Ya, kelompok tani itu mendapat bantuan sebesar Rp 200 juta. Rp 90 juta untuk pembangunan rumah kompos dan fasilitas lainnya. Tapi kalau mau lebih jelas kita ke lokasi aja, sambil foto- foto,” kata Nina. (anr)

Loading...

loading...

Feeds