Pembangunan Light Railway Transit Koridor 1-2 Bersamaan

Ilustrasi LRT

Ilustrasi LRT

POJOKBANDUNG.com,BANDUNG–Pembangunan Light Railway Transit (LRT) Kota Bandung, koridor satu dan dua kemungkinan besar akan bersamaan. Hal itu diungkapkan Walikota Bandung Ridwan Kamil.


“Karena lelangnya dipisah antara koridor satu dengan koridor dua, sehingga gak ada masalah. Kita punya rezekilah, koridor dua dikerjakan oleh konsorsium, koridor satu juga siap tinggal kerja. Jadi tahun ini bisa dua-duanya bareng dalam pengerjaanya,” ujar Ridwan Kamil kepada wartawan, Selasa (2/2).

Menurut Ridwan Kamil, ‎pembangunan infrastruktur LRT koridor satu, kemungkinan besar akan dikerjakan oleh perusahaan Singapore Mass Rapid Transit (SMRT)‎
Soalnya, dalam proses lelang, perusahaan bus dan kereta api asal Singapura ini menjadi calon pemenang tunggal.

‎”SMRT memberikan penawaran yang cukup menggiurkan kepada Pemerintah Kota Bandung. Dengan nilai investasi sebesar US$ 260 juta, nilai ini lebih kecil ketimbng jika menggunkan monorel, yaitu sekitar US$500 juta,” ungkap Ridwan Kamil.

Pemkot Bandung bisa membayar dengan cara mencicil selama 20 tahun melalui sistem Public Private Partnership (PPP).‎
“Teknologi yang ditawarkan lebih murah. Cicilan dari Pemkot bisa lebih murah,” jelasnya.

SMRT menawarkan teknologi baru bernama Group Rapid Transit kepada Pemerintah Kota Bandung, . LRT Jenis ini menggunakan magnet. Keuntungannya, kereta ini bisa bergerak lebih fleksibel di atas rel yang berbelok tajam hingga 90 derajat.

“Keretanya pakai baterai, enam tahun sekali ganti,” ucapnya.‎

Karena terbilang murah, Ridwan Kamil memastikan tarif angkut LRT koridor satu dengan rute Babakan Siliwangi-Leuwipanjang ini bisa sangat terjangkau untuk masyarakat. Tarifnya diprediksi pada kisaran Rp 6.000 hingga Rp 8.000 sekali jalan.

“Jadi tidak akan memberatkan masyarakat,” tambahnya.‎‎

Ridwan Kamil berencana menyingkronkan LRT koridor satu tersebut dengan LRT koridor dua yang rencananya akan dibangun oleh konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) sebagai satu paket pengerjaan kereta cepat koridor Jakarta-Bandung. Dia berharap LRT koridor satu dan dua bisa selesai berbarengan.‎

“Saya menargetkan pengumaman pemenang lelang bulan Maret, kemudian kita bisa ground breaking. Ground breaking hanya nunggu izin trase dari Menteri Perhubungan,” pungkasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …