Eks Anggota Gafatar Asal Jabar Ikuti Program Trauma Healing

Anak-anak Eks Gafatar di penampungan.

Anak-anak Eks Gafatar di penampungan.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI–Warga mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Asal Jawa Barat yang saat ini tinggal sementara di Wisma Balai Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (BPSBR) Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Jl. Amir Mahmud, Cimahi, mengikuti beberapa kegiatan bersifat edukasi dan hiburan dengan tujuan menyembuhkan trauma (Trauma Healing).


Kegiatan yang didominasi oleh remaja dan anak-anak itu terselenggara dengan kerjasama Polwan dari Polda Jabar, Satlantas Polres Cimahi dan Dinas Sosial Jawa Barat serta Badan Perpustakaan Daerah (Bapusda) Prov. Jabar.

Bapusda melakukan kegiatan story telling dengan melibatkan langsung anak-anak, sekaligus menyiapkan perpustakaan keliling (Perpustakaan Mobile).

Dari pantauan, anak-anak yang sebelumnya sudah tahu ada kegiatan ini langsung menyerbu mobil perpustakaan keliling. Begitu mobil dibuka, setiap anak langsung memilih ratusan buku lalu membaca satu persatu buku yang tersedia.

Ada pula anak-anak yang bermain permainan yang disediakan seperti monopoli tampak antusias. Tak sedikit yang tertawa saat memainkan bersama temannya.

Kepala Bapusda Jawa Barat, Nenny Kencana Wati bersyukur melihat antusiasme anak-anak dalam membaca.

“Tadi pas pertama datang, saat mobil masih tertutup mereka sudah datang dan penasaran sama bahan bacaan apa saja yang kami bawa, dan ternyata setelah kami buka, mereka memang antusiasnya luar biasa untuk melihat buku bacaan yang kami bawa,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan di Balai Pemberdayaan Sosial Bina Remaja (BPSBR) Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Jl. Amir Mahmud, Cimahi, Kamis (28/1).

Tujuan kegiatan ini ia katakan bisa membatu mengobati kerindungan anak-anak dalam membaca, sekaligus menghilangkan trauma yang anak-anak hadapi.

Ia pun berharap dari bahan bacaan yang diberikan bisa memberikan pengetahuan baru dan bisa diterapkan hasil bacaannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan yang dilakukan Dina Sosial, dengan harapan para anak-anak mampu mengimplementasikan hasil bacaan mereka dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Salah seorang anak, Raffi (9) mengaku senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Pasalnya, selama proses kepindahannya dari kalimantan sudah rindu membaca buku.

“Waktu perjalanan kan ga bisa bawa buku atau baca buku. Sekarang saya senang bisa baca buku lagi,” ujar anak yang menginjak kelas III SD itu.

“Di Kalimantan suka baca, saya sukanya baca buku dongeng. Senang baca buku soalnya seperti hiburan,” pungkasnya. (bbb)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …