Warga Cieunteung Kab Bandung Sepakat Bebaskan Lahannya

Kampung Cieunteung yang kerap kebanjiran di musim hujan.

Kampung Cieunteung yang kerap kebanjiran di musim hujan.

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH– Setelah diberi tiga kali sosialisasi, warga Cieunteung, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung akhirnya bersepakat untuk membebaskan lahannya.


Kesepakatan tersebut, ditandai oleh ditandatanganinya berita acara kesepakatan rencana danau retensi Cieunteung di Aula Kelurahan Baleendah, Rabu (27/1).

Kasubag Administrasi Pertanahan pada Setda Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Asep Saepudin, mengatakan warga Ciewnteung sudah banyak yang menyatakan kesediaannya diberi kompensasi pembebasan lahan oleh pemerintah yang dibuktikan oleh penandatanganan berita acara kesepakatan pembangunan danau retensi.

“Sebagian besar sudah menandatangani kesepakatan. Kalaupun masih ada yang belum setuju, nanti akan dibicarakan lagi,” tutur Asep.

Penandatanganan kesepakatan tersebut, menurut Asep, merupakan penutup dari tiga kali kegiatan sosialisasi dan diskusi rencana pembangunan danau retensi bersama warga Kampung Cieunteung.

Bahkan, kebanyakan warga setelah diberi sosialisasi ingin segera lahannya dibebaskan supaya bisa segera pindah dan tinggal di lokasi bebas banjir.

Dalam tiga kali sosialisasi, lanjut Asep, banyak warga yang khawatir jika di Kampung Cieunteung tidak dijadikan danau retensi, melainkan untuk pembangunan apartemen dan perumahan. Selain itu,warga juga khawatir kompensasi yang diterima tidak cukup untuk membeli rumah baru.

“Kami jamin, pembebasan lahan itu untuk pembangunan danau retensi sesuai dengan keputusan Gubernur. Tidak akan ada pembangunan selain itu,”katanya.

Lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan danau retensi adalah seluas 6,7 hektare. Dimana sebagian untuk danau retenis dan sebagian untuk ruang terbuka hijau.

“Setelah konsultasi publik ini, tinggal penentuan lokasi dan nanti ada pembayaran. Ini diserahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum, BBWS, dan BPN. Gubernur menargetkan 2016 ini pembangunan dimulai, setelah pembebasan lahan selesai,” katanya.

Salah seorang warga, Yulis Juwita (53) mengaku ingin segera pindah dari Cieunteung, sehingga dia bersedia menandatangani berita acara kesepakatan tersebut.

“Rumah saya berdiri di atas lahan milik PT KAI. Mungkin lahannya tidak akan diganti, hanya bangunannya saja yang akan diganti,”ujarnya.

Dia berharap agar pemerintah bisa mengganti bangunan rumah miliknya dalam bentuk tanah untuk membangun rumah.

Hal serupa dikatakan Mulyadi (30), warga RW 20 Kampung Cieunteung. Dia berharap pemerintah menjamin setiap warga Kampung Cieunteung yang dibebaskan lahan dan bangunannya dapat memperoleh tempat tinggal yang laik di lokasi lain. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

Cara Memperbarui Whatsapp GB

POJOKBANDUNG.com–DENGAN menggunakan whatsapp GB tentu akan mendapatkan banyak fitur yang tidak di miliki whatsapp resmi. Pengguna dapat menginstalnya melalui berbagai …